
Sungai Mentaya Menyusut, Sumber Air Menipis
Di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), debit aliran sungai yang selama ini menjadi salah satu sumber kehidupan warga perlahan menyusut. Di beberapa titik, bagian tengah sungai bahkan mulai mengering. Warga pun bisa melintasinya dengan berjalan kaki.
------------------------
Pemandangan itu bukan sekadar perubahan wajah sungai. Bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya, Hulu Sungai Mentaya yang semakin surut, dikhawatirkan memicu krisis air.
Kekhawatiran warga semakin besar jika hujan tak kunjung turun dalam beberapa pekan ke depan. Hujan memang ada turun, pada Minggu (6/9) dan Senin (7/9), namun hanya intensitasnya masih ringan. Hanya sekedar jadi penyejuk udara, yang selama ini bercampur asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sekarang sudah mulai surut. Air PDAM juga sudah mulai tidak jalan. Sedangkan air Sungai Mentaya sudah tidak layak untuk dikonsumsi maupun digunakan,” ujar seorang warga Mentaya Hulu, bernama Cici.
Namun diakuinya, sebagian warga justru masih harus menggunakan air sungai untuk konsumsi. Menurut Cici, hal itu karena pilihan yang tersedia semakin sedikit.
“Namun kami tetap menggunakan air sungai meskipun kondisinya memprihatinkan,” katanya.
Kekhawatiran mereka semakin menguat. Jika hujan belum juga turun, mereka tak menutup kemungkinan harus bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah.
“Kalau dalam waktu dekat tidak ada hujan, tidak menutup kemungkinan warga harus mendapatkan dropping air bersih, setidaknya untuk minum dan memasak,” ungkap Cici.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





