Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Krisis Air Bersih mulai Dirasakan Warga di Wilayah Utara Kotim

Rado.
Penulis: Rado.❯
Kondisi salah satu lokasi di hulu Sungai Mentaya yang mengalami pendangkalan, lantaran debit air menyusut.(istimewa/warga)
Kondisi salah satu lokasi di hulu Sungai Mentaya yang mengalami pendangkalan, lantaran debit air menyusut.(istimewa/warga)

Advertisement

Sungai Mentaya Menyusut, Sumber Air Menipis

Di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), debit aliran sungai yang selama ini menjadi salah satu sumber kehidupan warga perlahan menyusut. Di beberapa titik, bagian tengah sungai bahkan mulai mengering. Warga pun bisa melintasinya dengan berjalan kaki.

------------------------

Advertisement

Pemandangan itu bukan sekadar perubahan wajah sungai. Bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya, Hulu Sungai Mentaya yang semakin surut, dikhawatirkan memicu krisis air.

Kekhawatiran warga semakin besar jika hujan tak kunjung turun dalam beberapa pekan ke depan. Hujan memang ada turun, pada Minggu (6/9) dan Senin (7/9), namun hanya intensitasnya masih ringan. Hanya sekedar jadi penyejuk udara, yang selama ini bercampur asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Sekarang sudah mulai surut. Air PDAM juga sudah mulai tidak jalan. Sedangkan air Sungai Mentaya sudah tidak layak untuk dikonsumsi maupun digunakan,” ujar seorang warga Mentaya Hulu, bernama Cici.

Advertisement

Namun diakuinya, sebagian warga justru masih harus menggunakan air sungai untuk konsumsi. Menurut Cici, hal itu karena pilihan yang tersedia semakin sedikit.

“Namun kami tetap menggunakan air sungai meskipun kondisinya memprihatinkan,” katanya.

Kekhawatiran mereka semakin menguat. Jika hujan belum juga turun, mereka tak menutup kemungkinan harus bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah.

“Kalau dalam waktu dekat tidak ada hujan, tidak menutup kemungkinan warga harus mendapatkan dropping air bersih, setidaknya untuk minum dan memasak,” ungkap Cici.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sungai Hantipan Menyusut Hingga Betis Orang Dewasa, Warga Katingan Bawah Terancam Terisolasi

Sungai Hantipan Menyusut Hingga Betis Orang Dewasa, Warga Katingan Bawah Terancam Terisolasi

musim kemarau, warga yang menggantungkan mobilitasnya rute perairan Sungai Hantipan – Tewang Kampung, Kecamatan Mendawai, mengalami surut

Ternyata Usulan Pengerukan Alur Sungai Mentaya Kotim Tunggu Keputusan Menteri

Ternyata Usulan Pengerukan Alur Sungai Mentaya Kotim Tunggu Keputusan Menteri

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, usulan pengerukan masih dalam proses di tingkat pemerintah pusat. Pemkab Kotim belum menerima perkembang

Air Sungai Mentaya Masih Asin, Intrusi Air Laut Capai 105 Kilometer dan Menunggu Hujan di Hulu Kotim

Air Sungai Mentaya Masih Asin, Intrusi Air Laut Capai 105 Kilometer dan Menunggu Hujan di Hulu Kotim

Pemulihan kualitas air Sungai Mentaya yang terdampak intrusi air laut masih bergantung pada hujan di wilayah hulu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer