SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Helikopter water bombing (WB) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah tiba dan disiagakan di Bandara H. Asan Sampit. Namun, operasi pemadaman dari udara masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan keberadaan helikopter tersebut merupakan dukungan untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Danlanud Iskandar, bahwasanya helikopter water bombing ini sudah dikirim dan standby di Bandara H. Asan Sampit,” kata Halikinnor, Jumat (18/9/2026).
Dari dua unit helikopter water bombing yang sebelumnya diminta untuk mendukung penanganan karhutla, saat ini baru satu unit yang dapat disiagakan di Sampit.
Sementara itu, operasional helikopter juga masih bergantung pada kondisi cuaca, termasuk untuk penerbangan dan pelaksanaan pemadaman.
“Dari dua helikopter water bombing yang kita minta, hanya satu yang bisa standby karena kondisi cuaca. Kalau cuaca tidak mendukung, helikopter juga tidak bisa beroperasi,” ujarnya.
Menurut Halikinnor, faktor keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam pengerahan helikopter. Kondisi cuaca yang gelap atau jarak pandang terbatas dapat membahayakan pilot sehingga operasi tidak boleh dipaksakan.
“Helikopter itu kalau cuaca gelap dan tidak mendukung juga tidak bisa. Itu berbahaya bagi pilotnya. Jangan sampai niatnya ingin memadamkan, malah terjadi kecelakaan,” tambahnya.
Ia menegaskan setiap pengerahan helikopter akan mempertimbangkan kondisi dan keamanan penerbangan. Pemerintah daerah berharap helikopter dapat segera digunakan apabila cuaca memungkinkan.
“Jadi tetap ada faktor keamanan dalam pelaksanaannya. Semua diperhitungkan dan kita tidak memaksa. Sepanjang bisa, kita harapkan helikopter dapat beroperasi,” tuturnya.
Sebelumnya, Koordinator Lapangan Satgas Karhutla dan Kekeringan Kotim, Rihel, menyebutkan dua helikopter water bombing jenis AS365 dan Kamov direncanakan standby di Bandara H. Asan Sampit.
Dukungan helikopter tersebut dibutuhkan karena sejumlah titik karhutla sulit dijangkau petugas melalui jalur darat. Kondisi medan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama, terutama ketika lokasi kebakaran berada jauh di dalam kawasan hutan dan lahan.
Dengan disiagakannya helikopter water bombing di Sampit, pemadaman dari udara diharapkan dapat segera dilakukan ketika kondisi cuaca memungkinkan dan aspek keselamatan penerbangan terpenuhi. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko