Kemarau Diprediksi sampai November, Penanganan Karhutla di Kalteng Diperkuat

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 22:07 WIB
Upaya pemadaman karhutla di wilayah Palangka Raya, oleh personel darat dari unsur TNI/Polri, BPBD, Damkar dan para relawan, baru-baru tadi.(istimewa)
Upaya pemadaman karhutla di wilayah Palangka Raya, oleh personel darat dari unsur TNI/Polri, BPBD, Damkar dan para relawan, baru-baru tadi.(istimewa)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 15 September 2026, sekitar 704,38 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia masih membutuhkan penanganan.

Penguatan penanganan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perkembangan Penanganan dan Pencegahan Karhutla 2026, Selasa (15/9). Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengikuti rakor secara daring dari Istana Isen Mulang, Palangka Raya. Dia didampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Rakor tersebut diikuti sejumlah menteri, Jaksa Agung, Kepala BNPB, Kepala BMKG, Kepala Bareskrim Polri, serta kepala daerah dan Forkopimda dari sejumlah provinsi yang terdampak karhutla.

Pemerintah menekankan pentingnya satu persepsi, satu data, dan satu langkah dalam penanganan karhutla. Pemadaman diminta dilakukan secara masif dengan mengutamakan kekuatan satgas darat dan didukung operasi udara sesuai kebutuhan.

Khusus Kalteng, dukungan pemerintah pusat terus digelontorkan. Mulai armada, peralatan, personel, operasi modifikasi cuaca (OMC), patroli udara hingga lima helikopter water bombing.

Baca Juga: Karhutla Merambat ke TN Tanjung Puting, DPRD Kalteng Dorong Pengiriman Helikopter Water Bombing

BNPB juga telah melaksanakan OMC sebanyak lima periode sejak Juni hingga September 2026. Operasi tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mengendalikan kondisi cuaca dan membantu proses pemadaman.

Perhatian pemerintah pusat terhadap karhutla Kalteng juga terlihat dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada 22 Agustus 2026 dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 11 September 2026. Keduanya meninjau langsung kondisi serta penanganan karhutla di Bumi Tambun Bungai.

Di tingkat daerah, Kalteng menyiapkan potensi sekitar 10.700 personel. Kekuatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BPB-PK, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, perangkat daerah, relawan, dan unsur terkait lainnya.

BMKG memprediksi hujan mulai turun pada awal November 2026. Karena itu, pemerintah meminta seluruh jajaran memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla hingga kondisi cuaca kembali mendukung.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta melibatkan masyarakat dalam pengendalian karhutla. Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus bergerak cepat, bertindak tepat, dan bekerja terpadu dalam melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman karhutla dan kabut asap.

Ia menekankan, pemerintah berharap penguatan personel, dukungan peralatan, operasi udara, penyediaan sumber air, hingga keterlibatan masyarakat dapat mempercepat penanganan karhutla. Langkah tersebut sekaligus untuk menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan warga dan lingkungan.”Langkah konkret, semua untuk masyarakat,”pungkas Gubernur.

Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, bantuan tidak hanya berupa dukungan kesehatan, tetapi juga kebutuhan dasar.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan berbagai bantuan, baik yang terkait langsung dengan kesehatan, seperti masker dan vitamin, kemudian juga air bersih di 14 kabupaten/kota,” katanya.

Pemprov juga memproses penyediaan layanan air isi ulang di sejumlah wilayah yang membutuhkan. Bantuan diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Bagi warga yang terdampak karhutla dan membutuhkan bantuan pangan, Linae meminta laporan disampaikan melalui Lapor Gub. Laporan tersebut akan diverifikasi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebelum bantuan diberikan.“Siapa saja yang terdampak, laporkan saja. Nanti tentunya akan dilakukan semacam verifikasi dari teman-teman OPD terkait,” tandasnya.

Disisi lain, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Tata air di lahan gambut juga harus dijaga.

Polri memperkuat mitigasi gambut melalui pembangunan 220 sumur bor dan 104 embung. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air di kawasan rawan kebakaran.“Usaha maksimal wajib dilaksanakan. Karena ini merupakan tanggung jawab bersama. Satu langkah dalam penanganan karhutla,” tegas Dedi.

Di tengah tercatatnya 107.309 hotspot, 2.819 firespot, dan 9.228,04 hektare lahan terbakar, sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat terus diperkuat.”Satu langkah untuk penanganan karhutla,”tandasnya.

Sementara itu, Polsek Pahandut juga mengambil langkah antisipasi dengan membuat tiga titik sumur bor di kawasan rawan karhutla. Sumber air tersebut berada di sekitar permukiman masyarakat.Tiga lokasi itu meliputi kawasan SD Alam Jalan Diklat, Kelurahan Bukit Tunggal; Jalan Marata Awat belakang Ponpes Al Iqro, Kelurahan Tanjung Pinang; serta Jalan Viktoria VI, Kelurahan Bukit Tunggal.

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, sumur bor tersebut disiapkan sebagai sumber air bagi personel dan masyarakat ketika terjadi kebakaran.“Ketiga sumur bor ini berada di lokasi yang rawan karhutla dan diharapkan dapat menjadi sumber air yang membantu proses pemadaman ketika terjadi kebakaran,” ujarnya.

Dilokasi berbeda, Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono, meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.Dalam peninjauan tersebut, Kasdam XXII/TB didampingi Brigjen TNI Debok serta Kapuskodalops Letkol Inf Nurliwedie Nurdin Kanan turun tangan secara langsung kondisi lahan yang terdampak sekaligus memantau upaya pemadaman dan penanganan Karhutla yang dilaksanakan oleh personel di lapangan.

Kasdam XXII/TB menekankan kepada seluruh personel agar terus meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan selama melaksanakan tugas. Penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi agar api tidak meluas serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

“Kehadiran Kasdam XXII/TB di lokasi merupakan bentuk komitmen Kodam XXII/Tambun Bungai dalam mendukung percepatan penanggulangan Karhutla di Kalimantan Tengah,”tegasnya.

Disisi lainnya, Tak mengenal waktu dan kondisi di lapangan, Satgas  Karhutla Kodim 1016/Plk terus bergerak melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dengan mengutamakan keselamatan personel Satgas berjibaku memadamkan titik api pada Senin malam ( 14/9/2026) di jalan Tjilik Riwut km.21 Kelurahan Marang Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya.

Dengan penuh semangat dan tanpa mengenal lelah, personel Satgas Karhutla terus berjibaku melakukan pemadaman api guna mencegah kebakaran semakin meluas di areal jalan Tjilik Riwut km.21 Kelurahan Marang Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya.

Dilokasi, selain melaksanakan pemadaman, personel juga melakukan pendinginan pada area yang telah terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara api yang masih tersisa benar-benar padam dan tidak kembali menimbulkan kebakaran.

Adapun upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah api kembali membesar dan meluas ke wilayah sekitarnya. Kondisi yang gelap, medan yang sulit serta kepulan asap tidak menyurutkan semangat personel dalam menjalankan tugas. Mereka terus berupaya memastikan titik-titik api dapat dikendalikan sehingga dampak Karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

Kegigihan Satgas dalam menangani Karhutla merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, sekaligus komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan wilayah yang aman, sehat dan kondusif.

“Dalam kesempatan tersebut, Satgas Karhutla Kodim 1016/Plk juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin.(daq)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
gubernur Kalteng Agustiar Sabran penanganan karhutla pemerintah pusat kemarau pemprov kalteng