Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bara Api masih Terus Menjalar. Gubernur Kalteng : Penanganan Karhutla Ibarat Lari Maraton

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
Gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng saat di sala satu posko penanganan karhutla, saat memantau titik api, baru-baru tadi.(istimewa)
Gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng saat di sala satu posko penanganan karhutla, saat memantau titik api, baru-baru tadi.(istimewa)

Advertisement

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang memicu kabut asap dan penurunan kualitas udara, belum juga mereda. Perlawanan tim gabungan berbagai instansi dan relawan terhadap munculnya api pun masih terus berlangsung.

Petinggi daerah, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran,  Kapolda Kalteng Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, serta Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, aktif turun mengomando jajarannya, untuk memadamkan api.

Seperti ketika karhutla ddi wilayah Desa Marang, Jalan Tjilik Riwut Km 23, Palangka Raya, Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang sebelumnya berhasil dipadamkan kembali muncul, setelah angin kencang meniup bara di lahan gambut.

Advertisement

Selain di lokasi itu, Karhutla sekitar Ibu Kota Kalteng itu juga masih terjadi di sejumlah titik. Sepetti di Jalan Saluang, Kelurahan Marang; Jalan Danum Bahandang, Kelurahan Kereng Bangkirai; serta kawasan Perupuk Tunggal, Kelurahan Sabaru. Api melahap lahan gambut yang dipenuhi semak belukar, pakis-pakisan, ilalang, pohon tumih dan geronggang.

“Bapak Gubernur dan kami juga turun. Kami sama-sama ada Satgas, BPBD, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, TNI, Polri, semua kita bersama-sama berupaya untuk mengatasi kebakaran ini,” ujar Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Diungkapkannya, di lokasi itu luas lahan terbakar mencapai 20 hektare. Sebagian besar api sudah berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih menghadapi pekerjaan berat, yakni melokalisasi titik api agar tidak kembali membesar.

Salah satu yang dilakukan, yakni memperbanyak sumber air di sepanjang kawasan rawan,dengan pembuatan sumur-sumur bor sepanjang hampir tiga kilometer sebagai sumber air.

Iwan Kurniawan mengungkapkan, saat ini ancaman terbesar adalah api yang menjalar, bahkan menuju kawasan konservasi. Karena itu, penyekatan dan blocking dilakukan untuk mengantisipasi api merembet ke kawasan Taman Nasional.

“Harapannya pemadaman ini dapat mengantisipasi agar api tidak meluas sekaligus merembet ke kawasan taman nasional dengan membuat penyekatan dan blocking,” tegasnya.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran  juga meminta seluruh kepala daerah tidak menganggap persoalan karhutla sebagai pekerjaan sesaat. Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026.Karena itu, seluruh kabupaten dan kota diminta memperketat penanganan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aspal Mulus Sampit–Kuala Pembuang Dihantui "Monster" Puluhan Ton. Batasan Tonase Akan Diterapkan

Aspal Mulus Sampit–Kuala Pembuang Dihantui "Monster" Puluhan Ton. Batasan Tonase Akan Diterapkan

Aspal Mulus Sampit–Kuala Pembuang Dihantui "Monster" Puluhan Ton. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan Batasan Tonase Akan Diterapkan

Padamkan Karhutla di Kalteng, Hadirkan Helikopter Kamov dari Rusia

Padamkan Karhutla di Kalteng, Hadirkan Helikopter Kamov dari Rusia

Salah satunya helikopter Kamov asal Rusia yang disewa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Diperbantukan untuk operasi di Kalteng.

Kemarau Diprediksi sampai November, Penanganan Karhutla di Kalteng Diperkuat

Kemarau Diprediksi sampai November, Penanganan Karhutla di Kalteng Diperkuat

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer