SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa, Minggu (13/9).
Kapal tersebut diketahui membawa dua warga asal Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yakni Helianto (55) dan Novika Liana (43).
Hingga informasi terakhir yang diterima keluarga, keberadaan Helianto dan Novika belum diketahui. Keduanya belum tercantum dalam daftar penumpang yang telah dievakuasi sehingga keluarga masih menunggu kepastian dari tim pencarian dan penyelamatan.
Putra Helianto dan Novika, Rico, berada di Trisakti Banjarmasin untuk mencari informasi mengenai kondisi kedua orang tuanya. Ia mengaku belum menerima kabar langsung maupun informasi resmi mengenai keberadaan keduanya.
“Untuk orang tua belum ada sama sekali nama maupun kabar, baik dari Basarnas maupun tim yang sedang melakukan evakuasi di sana,” kata Rico saat dihubungi lewat sambungan telepon.
Rico mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Basarnas sejak pagi. Namun, pihaknya diminta menunggu informasi resmi dari instansi yang berwenang terkait perkembangan proses evakuasi.
“Kalau dari pihak evakuasi, saya sudah konfirmasi dari pagi sama Basarnas. Mereka menyarankan untuk menunggu pernyataan dari yang berwenang,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, KM Virgo Transport 8 membawa sekitar 243 orang. Kapal tersebut kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi kondisi cuaca buruk di perairan Laut Jawa.
Dalam perkembangan evakuasi, sebanyak 125 orang disebut telah berhasil dievakuasi dan enam orang dilaporkan meninggal dunia. Namun, Helianto dan Novika belum masuk dalam daftar yang diterima keluarga.
Rico menjelaskan, kedua orang tuanya memang berasal dari Kotim dan masih memiliki aktivitas pekerjaan di Sampit, meskipun saat ini berdomisili di Surabaya.
Keduanya berangkat dari Surabaya dan berencana melanjutkan perjalanan ke Sampit untuk menghadiri acara pernikahan keluarga.
“Memang ibu sama ayah aslinya dari Kotim, Sampit. Sekarang tinggal di Surabaya, tetapi untuk pekerjaan masih semuanya di Sampit. Kali ini rencananya pulang dari Surabaya karena ada acara pernikahan keluarga di Sampit,” jelasnya.
Posisi terakhir kapal dilaporkan berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Proses pencarian dan evakuasi masih menjadi perhatian keluarga yang hingga kini menanti kepastian mengenai keberadaan dua warga asal Sampit tersebut.
“Harapannya sebagai anak, ibu sama ayah bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Kalau memang tidak, kami berharap jasadnya bisa ditemukan,” pungkas Rico. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko