Radarsampit.jawapos.com – Tangis dan kecemasan menyelimuti keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).
Sejumlah keluarga mendatangi Pos SAR Banjarmasin untuk mencari kepastian mengenai nasib kerabat mereka yang berada di kapal tersebut.
Salah satunya Maulida (28), warga kawasan Banjar Raya. Ia datang untuk memastikan kondisi kakaknya, Novika Liana (48), yang tercatat dalam manifest penumpang Virgo Transport 8.
Baca Juga: Tragedi KM Virgo Transport 8: Enam Orang Dilaporkan Meninggal, 140 Orang Masih Dicari
Maulida mengatakan, kakaknya sebelumnya berada di Surabaya untuk menjalani pengobatan mata. Setelah beberapa hari menjalani pengobatan, Novika kemudian bertolak menuju Banjarmasin.
"Sudah beberapa hari di sana berobat mata. Terakhir saya kontak dengan kakak sore kemarin. Katanya sudah berangkat dan seharusnya hari ini sudah sampai," ujarnya sambil meneteskan air mata.
Namun, kabar mengenai hilangnya Virgo Transport 8 membuat keluarga panik. Maulida kemudian mengetahui kapal yang ditumpangi kakaknya mengalami musibah setelah kehilangan kontak.
"Lalu saya dengar kabar kalau kapal Virgo yang ditumpangi kakak mengalami musibah. Katanya hilang kontak dan dikabarkan tenggelam," katanya.
Baca Juga: Inilah Daftar Nama Penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Ia hanya bisa berharap Novika menjadi salah satu penumpang yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
"Semoga kakak saya termasuk yang berhasil selamat," harapnya.
Kecemasan serupa dirasakan Hery, salah seorang kerabat penumpang. Ia baru mengetahui keponakannya berada di dalam Virgo Transport 8.
Keponakannya diketahui bekerja sebagai sopir. Sebelum berangkat, ia masih sempat menghubungi keluarga dan mengabarkan bahwa dirinya sudah berada di dalam kapal.
"Kemarin ada kontak sebelum dia berangkat. Lalu mengabarkan lagi kalau sudah di dalam kapal. Estimasinya harusnya sudah sampai hari ini, tapi belum ada kabar," ucapnya.
Hery mengatakan, keluarga, termasuk kerabat yang berada di Pulau Jawa, kini sama-sama menunggu informasi terbaru mengenai keberadaan keponakannya.
Virgo Transport 8 diketahui membawa 243 orang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut berangkat pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 10.13 WIB.
Kapal kemudian dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu (13/9). Sebelum komunikasi terputus, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk.
Dalam perkembangan operasi SAR hingga pukul 12.00 WITA, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 102 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia.
Sementara itu, proses pencarian terhadap penumpang dan awak kapal lainnya masih terus dilakukan tim SAR gabungan.
Posisi terakhir Virgo Transport 8 dilaporkan berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima informasi mengenai hilang kontak kapal dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 04.30 WITA Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan enam personel tim rescue menuju Dermaga SAR Basirih menggunakan Rescue Car D-Max. Dari dermaga, tim kemudian bergerak menuju perkiraan posisi terakhir kapal menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana mengatakan, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur.
"Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya Kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir," ujar I Putu Sudayana dalam keterangan resminya.
Menurut dia, jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak menjadi perhatian serius dalam operasi tersebut.
"Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal," tegasnya.
Operasi pencarian melibatkan SAR Banjarmasin bersama KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, serta agen Virgo Cabang Banjarmasin.
Sejumlah peralatan juga disiapkan, di antaranya KN SAR Laksmana 241, Rescue Car D-Max, peralatan water rescue, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, Starlink, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Kondisi cuaca di wilayah Banjarmasin saat operasi dimulai dilaporkan cerah. Namun, perkembangan cuaca di sekitar lokasi pencarian terus dipantau oleh tim SAR gabungan.
Kantor SAR Banjarmasin mengimbau keluarga penumpang dan masyarakat tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari petugas. Tim SAR masih melanjutkan pencarian dan akan menyampaikan perkembangan terbaru berdasarkan kondisi di lapangan. (jpg)
Editor : Slamet HarmokoSumber : Radar Banjarmasin