Presiden Terus Pantau Penanganan Karhutla di Kalteng

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 21:45 WIB
Pemadaman karhutla di Kalteng dengan menggunakan waterbombing. (istimewa)
Pemadaman karhutla di Kalteng dengan menggunakan waterbombing. (istimewa)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama Gubernur Kalteng, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Wakapolda Kalteng, BMKG, Kabinda, DPRD Kalteng, wakil wali kota dan bupati, serta unsur terkait menggelar rapat evaluasi penanggulangan karhutla di Kota Palangka Raya.

Berdasarkan laporan Jumat (11/9), masih terdapat sekitar 71,2 hektare lahan yang dalam proses pemadaman.

Angka tersebut belum tentu menjadi angka akhir. Di lahan gambut, api yang telah dipadamkan masih berpotensi kembali menyala. Di sisi lain, titik api baru juga dapat muncul sewaktu-waktu.“Semoga kondisi saat ini segera berlalu,” kata Suharyanto.

Satgas Darat menjadi kekuatan utama dalam kondisi tersebut. Bahkan, kemampuan pasukan di lapangan menunjukkan hasil cukup signifikan.Dua hari sebelumnya, luas lahan terbakar disebut mencapai lebih dari 200 hektare. Dalam satu hari, Satgas Darat mampu menangani sekitar 140 hektare.

“Dua hari lalu luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 200 hektare. Namun Satgas Darat mampu memadamkan sekitar 140 hektare hanya dalam satu hari,” ujarnya.

Namun lanjut Suharyanto, kekuatan darat tetap memiliki keterbatasan. Ketika api meluas dan medan sulit dijangkau, dukungan dari udara menjadi sangat penting.

Water bombing menjadi salah satu strategi untuk menekan api dari udara sebelum dilanjutkan pasukan darat. Sayangnya, kondisi atmosfer Kalteng dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya bersahabat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kirim Bantuan untuk Perkuat Penanganan Karhutla Kalteng

Menurutnya, visibilitas di sejumlah wilayah menurun. Kondisi tersebut membuat operasi udara belum dapat berjalan optimal.Pasukan darat pun kembali menjadi tumpuan utama.

Meski menghadapi tantangan berat, Suharyanto menilai penanganan karhutla di Kalteng masih berjalan cukup baik. Pemadaman dilakukan setiap hari, sementara perkembangan kondisi di lapangan terus dipantau.

Perhatian pemerintah pusat juga terus diarahkan ke Kalteng. Perkembangan penanganan dilaporkan hingga tingkat nasional.Bahkan, Presiden disebut melakukan pengecekan perkembangan penanganan karhutla setiap hari.

“Presiden setiap hari melakukan pengecekan perkembangan penanganan karhutla,” ungkap Suharyanto.

Ia juga mengungkapkan, secara nasional, luas area terbakar saat ini masih jauh lebih kecil dibandingkan periode El Nino sebelumnya, terutama pada 2023.Namun, angka tersebut bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan.

Justru, kondisi gambut yang semakin kering menjadi peringatan bahwa pekerjaan belum selesai. Api yang hari ini padam belum tentu benar-benar berakhir.Karena itu, setiap titik api harus dituntaskan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Namun bukan berarti kita boleh lengah. Jika bisa segera dituntaskan, maka harus segera dituntaskan,” pungkas Suharyanto.(daq/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
Suharyanto penanganan presiden BNPB karhutla