3 Ribuan Hektare Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Terbakar, Mendesak Butuh Water Bombing

Syamsudin Danuri • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:38 WIB
KEBAKARAN: Potongan video viral yang menarasikan bahwa kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kobar, Kalteng Terbakar viral di media sosial. (Warga/Radar Sampit)
KEBAKARAN: Potongan video viral yang menarasikan bahwa kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kobar, Kalteng Terbakar viral di media sosial. (Warga/Radar Sampit)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Beredar video kebakaran kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) cukup besar pada 10 September 2026. Video tersebut menyebar ke sejumlah group WhatsApp dan media sosial.

Kepala Balai TNTP, Yohan Hendratmoko dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. 

Petugas Balai TNTP bersama Masyarakat Peduli Api/MPA, Pokdarwis Sungai Sekonyer dan Mitra FNPF sedang melakukan penanganan. "Benar saat ini kami sedang melakukan pengendalian kebakaran di lokasi," ungkapnya singkat melalui WhatsApp.

Ia juga mengatakan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan TNTP semakin meluas. Berdasarkan surat permohonan bantuan Water Bombing kepada kepala BPBD Provinsi selaku Komandan Pelaksana Karhutla disebutkan sekitar 3.105,47 hektare kawasan terdampak kebakaran dan hingga kini api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Kondisi tersebut dinilai mendesak karena area yang terbakar merupakan habitat penting bagi populasi orangutan (Pongo pygmaeus), satwa liar yang dilindungi sekaligus salah satu spesies kunci di kawasan TNTP. Ancaman kebakaran dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kelestarian habitat dan ekosistem di kawasan konservasi tersebut.

Dalam surat permohonan bantuan water bombing yang dilayangkan Kepala Balai TNTP pada 9 September 2026, disebutkan kebakaran tersebar di sejumlah resor.

Resor Teluk Pulai SPTN Wilayah III Tanjung Harapan mengalami kebakaran sekitar 1.062,24 hektare sejak titik api teridentifikasi pada 7 Agustus 2026.

Sementara Resor Sungai Cabang di wilayah yang sama terdampak sekitar 1.113,70 hektare setelah api teridentifikasi pada 30 Agustus 2026.

Kebakaran juga terjadi di Resor Sungai Perlu SPTN Wilayah II Kuala Pembuang dengan luas area terdampak sekitar 929,83 hektare. Titik kebakaran di wilayah tersebut diketahui sejak 26 Agustus 2026. Dengan demikian, total luas area terdampak di tiga lokasi tersebut mencapai sekitar 3.105,47 hektare.

Balai TNTP bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) telah melakukan penanganan sejak titik api diketahui.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius karena lokasi kebakaran sulit dijangkau, sementara kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan kedalaman antara 0,5 hingga 4 meter. Keterbatasan personel serta sarana dan prasarana juga menjadi hambatan dalam penanganan di lapangan.

Atas kondisi tersebut, kepala Balai TNTP meminta dukungan water bombing untuk membantu mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya. Dalam permohonan tersebut turut dilampirkan peta kawasan terbakar beserta titik koordinat sasaran water bombing. (sam)

Editor : Slamet Harmoko
kebakaran TNTP karhutla TNTP taman nasional tanjung puting