
KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Satgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang. Edukasi tersebut juga menyasar generasi muda melalui penyuluhan di SMKN 1 Kuala Pembuang, Senin (8/9).
Dansatgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng Brigjen TNI Citro Subono mengatakan, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan personel dan peralatan pemadam. Menurut dia, sebagian besar karhutla dipicu aktivitas manusia sehingga perubahan kebiasaan dalam mengelola lahan menjadi hal penting.
“Karhutla ini penyebabnya 90 persen manusia. Karena itu kami diutus untuk memberikan penyuluhan dan mengubah mindset,” kata Citro kepada awak media, Senin (8/9).
Dia menegaskan, secanggih apa pun peralatan dan sebanyak apa pun personel yang dikerahkan, penanganan karhutla tidak akan maksimal jika kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan belum terbentuk.
“Secanggih apa pun alat yang diturunkan, apabila mindset masyarakat tidak bisa berubah, tidak akan teratasi juga,” tegasnya.
Karena itu, generasi muda menjadi salah satu sasaran utama penyuluhan. Mereka diharapkan memahami bahaya karhutla sekaligus meneruskan pesan pencegahan kepada keluarga dan masyarakat.
Citro mengatakan, kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun sejak sekarang agar karhutla tidak terus berulang setiap tahun.
“Kalau ini selesai, tetapi mindset belum terbentuk, tahun depan pun akan berulang lagi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Citro didampingi sejumlah personel Satgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng, yakni Laksma TNI Bambang Wasisto, Kolonel Laut Whisnu Kusardhianto, Kolonel Laut Anggun Nan Tungga, Kolonel Mar A. Temmy Irawan, dan Koptu Anas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





