Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Terbakar, Lokasi Sulit Dijangkau

Syamsudin Danuri • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:22 WIB
Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), khususnya wilayah Teluk Pulai dan Sungai Cabang. (ist)
Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), khususnya wilayah Teluk Pulai dan Sungai Cabang. (ist)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), khususnya wilayah Teluk Pulai dan Sungai Cabang, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), masih ditangani petugas gabungan.

Kepala Balai TNTP Yohan Hendratmoko mengatakan, luas kawasan yang terbakar di wilayah TNTP dalam administrasi Kobar diperkirakan mencapai 1.200 hektare. Kondisi lahan gambut yang kering menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pemadaman.

“Luasannya diperkirakan sekitar 1.200 hektare untuk kawasan TNTP yang masuk wilayah administrasi Kobar. Wilayah ini memang rawan karena terdapat lahan gambut,” kata Yohan saat berada di Posko Induk Penanggulangan Karhutla BPBD Kobar, Rabu (9/9).

Penanganan melibatkan berbagai pihak, antara lain mitra konservasi seperti OFI dan UFUK, perusahaan, serta masyarakat yang tergabung sebagai mitra Polisi Kehutanan (Polhut) dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Yohan mengatakan, sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, akses menuju lokasi kebakaran yang jauh dan keterbatasan sumber air menjadi kendala bagi petugas.

Karena itu, penggunaan water bombing dinilai diperlukan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi secara langsung. Sementara itu, petugas tetap disiagakan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.

Sebanyak 114 personel telah dimobilisasi untuk mendukung penanganan karhutla. Kebakaran di wilayah Sungai Cabang terdeteksi melalui hotspot sejak 26 Agustus 2026 dan hingga kini masih ditangani petugas gabungan.

Mobilisasi personel dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi kemarau panjang yang meningkatkan potensi kebakaran.

Di tengah penanganan karhutla, pelayanan wisata di TNTP tetap berjalan. Yohan menyebut kunjungan wisatawan relatif stabil karena seluruh kunjungan telah terjadwal dan lokasi wisata yang dikunjungi tidak terdampak kebakaran.

“Kunjungan ada tiga feeding, tidak ada kendala, kunjungan stabil. Karena sudah terjadwal di lokasi wisata, tidak terjadi kebakaran,” pungkasnya. (sam/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat tntp karhutla