Jangan Terlena, Potensi Hujan di Kalteng Hanya Bertahan Dua Hari

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 10:56 WIB
ILUSTRASI: Suasana salah satu jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, saat terjadi hujan deras beberapa bulan lalu. (Dok.Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
ILUSTRASI: Suasana salah satu jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, saat terjadi hujan deras beberapa bulan lalu. (Dok.Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

 

Radarsampit.jawapos.com – Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta tidak terlena dengan potensi hujan yang diperkirakan terjadi pada 7 dan 8 September 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan hujan sedang hingga lebat masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Kalteng dalam dua hari tersebut.

Namun, kondisi itu diperkirakan tidak berlangsung lama. Pada Rabu (9/9/2026), potensi hujan sedang hingga lebat tercatat nihil di seluruh wilayah Kalteng.

Prakirawan BMKG Tjilik Riwut menjelaskan, potensi hujan pada 7 dan 8 September dipengaruhi adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Kalteng.

Kondisi tersebut diperkuat kelembapan udara yang cukup basah serta labilitas atmosfer lokal yang tidak stabil. Faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Pada Senin (7/9/2026), potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kotawaringin Barat bagian utara, Sukamara bagian utara, Lamandau, Seruyan bagian utara, Kotawaringin Timur, Katingan bagian utara, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, dan Kota Palangka Raya.

"Di wilayah Kotim, kemarin (7/9/2026) ada hujan tapi di tempat kami Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, cuma gerimis," ungkap Anton, salah seorang warga, Selasa (8/9/2026). 

Sehari berikutnya, Selasa (8/9/2026), potensi hujan masih terdapat di Kotawaringin Barat, Sukamara bagian utara, Lamandau, Seruyan bagian utara, Kotawaringin Timur bagian utara, Katingan, Gunung Mas, Kapuas bagian utara, Pulang Pisau bagian utara, Barito Utara, Barito Selatan bagian utara, Murung Raya, dan Palangka Raya.

Namun, masyarakat diminta tidak menganggap kondisi tersebut sebagai tanda berakhirnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebab, memasuki 9 September, BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat berstatus nihil di seluruh wilayah Kalteng. Kondisi yang lebih kering ini dapat meningkatkan kemudahan terjadinya karhutla.

BMKG juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi hujan lokal berdurasi singkat yang masih dapat disertai angin kencang serta menimbulkan dampak hidrometeorologi.

Di sisi lain, potensi karhutla dapat kembali meningkat ketika kondisi kering berlangsung. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun.

Ancaman lainnya adalah penurunan kualitas udara akibat asap karhutla. Masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika berada di luar rumah.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
BMKG kalteng hujan