Tak Perlu Rusak Kunci, Manfaatkan Kesempatan, Spesialis Curanmor di Sampit Ini Gasak 6 Motor

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 22:34 WIB
CURANMOR: Tim Gabungan Polres Kotim membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor dan penadah motor curian, baru-baru tadi. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
CURANMOR: Tim Gabungan Polres Kotim membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor dan penadah motor curian, baru-baru tadi. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Hanya memanfaatkan kelengahan pemilik yang lupa mencabut kunci, R, pria asal Parenggean, Kotim ini sukses menggasak enam unit sepeda motor sebelum akhirnya dibekuk tim gabungan Polres Kotim

Di jalanan Kota Sampit, Kotawaringin Timur yang sibuk, bahaya kerap tidak datang dengan suara gaduh. Ia bekerja dalam sunyi, menunggu satu detik kelalaian yang mengubah segalanya.

Bagi R, pria asal Kecamatan Parenggean ini, celah sempit itulah yang menjadi ladang perburuannya.

Baca Juga: Ruang Gerak Dipersempit, Polisi Palangka Raya Buru Pelaku Balap Liar

R bukanlah pemetik kunci profesional yang membawa besi T atau tang pemotong. Ia tak butuh paksaan, tak perlu merusak rumah kunci, apalagi menodongkan senjata.

Senjata terampuhnya hanyalah sepasang mata yang jeli melihat kecerobohan. Satu unit sepeda motor yang ditinggal pemiliknya dengan kunci kontak yang masih menggantung manis adalah 'undangan terbuka' baginya.

Di hadapan penyidik Kepolisian, langkah R akhirnya terhenti setelah tim gabungan membekuknya. Tanpa nada garang, ia mengakui kepiawaiannya memanfaatkan kelengahan calon korbannya.

Baca Juga: Ketika Penumpang Pesawat Asal Sampit Turut Terdampak Letusan Anak Krakatau

“Iya, sudah enam kali,” ucap R pelan, mengakui jejak kejahatannya yang tersebar di enam titik berbeda.

Bagi para korbannya, enam kali aksi R adalah enam dongeng kepedihan yang sama, ditinggal sebentar ke warung, menyapa tetangga di teras, atau sekadar lupa mencabut kunci saat memarkir kendaraan di halaman. Namun bagi R, itu hanyalah hitungan detik yang mudah.

“Saya tidak merusak ataupun mengambil dengan paksa. Hanya mencari motor yang kuncinya masih menempel,” akunya jujur, seolah menegaskan betapa mudahnya ia menggasak mata pencaharian orang lain hanya karena sepele.

Baca Juga: Pengakuan Pelangsir Pertalite, Sekali Putaran Antre Bisa Untung Rp150 Ribu

Kini, langkah santai R berganti dengan jeruji besi. Penyidik Satreskrim Polres Kotim masih terus mencocokkan pengakuannya dengan tumpukan berkas laporan kehilangan yang mengendap. Polisi menduga, jejak R bisa jadi lebih panjang dari yang ia akui.

Di balik dinginnya ruang pemeriksaan, ada pesan keras yang tertinggal untuk warga Kotim. Kejahatan kerap kali bukan lahir dari niat yang matang, melainkan dari celah kecil yang kita buka sendiri.

Kunci yang tertinggal di stang motor mungkin tampak sepele, namun di tangan orang yang tepat, ia adalah tiket tercepat menuju penyesalan. (sir/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
residivis kotim penjahat curanmor spesialis