Relawan Karhutla Diduga Tak Dilayani SPBU, Terpaksa Beli Pertamax Eceran

Rado. • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:02 WIB
Ilustrasi BBM Eceran (Usay/Radar Sampit)
Ilustrasi BBM Eceran (Usay/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Relawan yang hendak membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Besi dan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng mengaku tidak dilayani saat membeli Pertamax di salah satu SPBU di Sampit.

Alexius mengatakan, pihaknya hendak membeli 20 liter Pertamax untuk dibawa ke lokasi pemadaman di Palangan dan sekitarnya. BBM tersebut diperlukan untuk mengoperasikan mesin alkon yang digunakan warga memadamkan api.

"Ini 20 liter kami bawa ke lokasi pemadam di Palangan dan sekitarnya, tapi pihak SPBU tidak melayani," kata Alexius.

Baca Juga: PT Mandiri Tunas Finance Laporkan Dugaan Penggelapan Kendaraan

Ia mengaku awalnya tidak percaya dengan laporan warga yang kesulitan mendapatkan BBM. Untuk memastikan, dirinya kemudian datang langsung ke SPBU.

"Saya awalnya tidak percaya ada laporan warga kesulitan. Saya sendiri datang ke SPBU dan ternyata benar," ujarnya.

Menurut Alexius, BBM tersebut dibutuhkan untuk kepentingan pemadaman, bukan untuk dijual kembali. Mesin alkon menjadi salah satu peralatan yang digunakan warga untuk menyedot air dan memadamkan api di lokasi.

"Ini kondisi darurat. Minyak yang dibeli itu Pertamax dan harusnya bisa diberikan karena ini kebutuhan untuk mesin-mesin alkon di desa," tegasnya.

Baca Juga: Diduga Hirup Gas Beracun, Warga Samu Jaya Lamandau Tewas saat Bersihkan Sumur

Karena tidak mendapatkan BBM di SPBU, relawan akhirnya terpaksa membeli Pertamax secara eceran dengan harga sekitar Rp20 ribu per liter.

"Terpaksa beli eceran Rp20 ribu per liter. Kalau minyak tidak ada, bagaimana alkon bisa dinyalakan?" katanya.

Kondisi tersebut dia meragukan  mengenai dukungan Pertamina dalam penanganan karhutla di Kotawaringin Timur. Sebab, BBM menjadi kebutuhan penting untuk mengoperasikan mesin alkon yang digunakan masyarakat dan relawan di lapangan.

Di wilayah lain di Kalimantan kata diap, Pertamina Patra Niaga telah memberikan dukungan operasional penanganan karhutla, termasuk dukungan BBM operasional dan layanan khusus di sejumlah SPBU untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan bahan bakar petugas.

Alexius menilai pola dukungan seperti itu perlu dipikirkan untuk Kotawaringin Timur. Setidaknya harus ada koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, SPBU dan tim penanganan karhutla agar relawan yang turun langsung ke lokasi tidak kesulitan memperoleh BBM.

Baca Juga: 6 Drama Korea Adaptasi Webtoon Bertema Sekolah, dari Kisah Cinta hingga Pertarungan Melawan Zombie

"Kalau memang ini untuk kebutuhan pemadaman, harusnya ada solusi. Jangan sampai relawan sudah turun membantu, tetapi BBM untuk alkon saja sulit didapat," ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian. Sebab, masyarakat di sejumlah desa mengandalkan alkon untuk melakukan pemadaman awal sebelum bantuan datang.

"Kalau menunggu pemerintah turun sampai kampung, nantinya bisa terbakar habis. Relawan butuh BBM supaya alkon bisa digunakan," pungkasnya. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
relawan karhutla pertemax eceran spbu pertamax