Total 567 Santri Ponpes Manbaul Hikam Dirujuk ke 7 RS, Dinkes Periksa Makanan dan Air

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 09:57 WIB
SAKIT: Santri yang masih dirawat di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
SAKIT: Santri yang masih dirawat di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

Radarsampit.jawapos.com – Penanganan dugaan keracunan massal yang menimpa santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terus berlanjut.

Hingga Rabu (2/9/2026), sebanyak 567 santri telah dirujuk ke tujuh rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 457 santri telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan. Sementara 80 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 30 santri lainnya masih dalam tahap observasi.

Baca Juga: Penyebab Keracunan: Ketua Asrama Bantah Makanan dari Dapur Ponpes, Tapi dari MBG yang Disuplai SPPG

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan kondisi para santri secara umum relatif baik. Tidak ada pasien yang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

“Dirawat di tujuh rumah sakit,” ujar Lakhsmie.

Menurutnya, sejumlah keluhan yang dialami santri antara lain mual, muntah, pusing hingga nyeri perut.

“Keluhannya ada yang mual, muntah dan pusing,” katanya.

Sampel Makanan dan Air Diperiksa

Selain menangani para santri, Dinkes Sidoarjo melakukan penelusuran untuk mengetahui faktor yang menyebabkan ratusan santri mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan.

Sejumlah sampel telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tidak hanya menyasar makanan yang dikonsumsi santri, tetapi juga kondisi air yang digunakan di lingkungan pondok.

“Termasuk juga pemeriksaan faktor kesehatan air dan sampel dari makanan,” jelas Lakhsmie.

Untuk sampel air, petugas memeriksa sumber air yang digunakan di lingkungan ponpes. Pemeriksaan mencakup sumber utama, termasuk air PDAM dan air galon.

“Dari data yang kami terima, ini ada dari PDAM,” ungkapnya.

Baca Juga: Inilah Menu MBG yang Diduga Bikin Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai faktor yang berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan tersebut.

Sarana Dapur SPPG Turut Dievaluasi

Selain sampel makanan dan air, Dinkes juga menyoroti sarana dan prasarana dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke ponpes.

Dinkes menyebut masih terdapat sejumlah sarana dan prasarana yang dinilai belum sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Ratusan Santri di Tanggulangin Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit 

Evaluasi tersebut berkaitan dengan pemenuhan persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Menurut Lakhsmie, penerbitan SLHS dilakukan setelah persyaratan yang ditetapkan terpenuhi.

“Kalau tiga syarat itu terpenuhi, maka SLHS akan kesempatan pertama akan dikeluarkan oleh Dinkes,” katanya.

Ratusan Santri Mulai Dipulangkan

Sementara itu, pemantauan terhadap kondisi santri masih dilakukan di sejumlah rumah sakit.

RSUD RT Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menerima rujukan dalam jumlah besar. Hingga Rabu pagi, sebanyak 335 santri telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit tersebut setelah kondisi mereka membaik.

Sebagian lainnya masih menjalani perawatan dan observasi.

Dengan mayoritas pasien menunjukkan kondisi membaik, penanganan kini tidak hanya berfokus pada pemulihan santri, tetapi juga mengungkap penyebab munculnya keluhan kesehatan secara bersamaan.

Jumlah pasien juga masih dapat berubah seiring proses pendataan dan perkembangan penanganan di lapangan.

Hasil pemeriksaan sampel makanan dan air menjadi salah satu kunci untuk memastikan faktor yang berkaitan dengan kejadian tersebut. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
Sumber : radar sidoarjo
Ponpes Manbaul Hikam santri keracunan MBG MBG sidoarjo keracunan mbg