PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) skala besar masih terjadi di beberapa wilayah Kalteng, hingga Selasa (1/9). Seperti di Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dan yang masih sulit dipadamkan yakni di sepanjang Jalan Soekarno (lingkar utara) Kota Sampit, yang masih memicu kepulan asap hingga menutup jarak pandang pengendara.
Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Karhutla skala besar juga terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. Salah satu yang parah, yakni di Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan, sekitar kilometer 16 Jalan Lintas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama.
Karhutla di lokasi ini menyulitkan satgas darat dalam penanganannya.Bahkan di poros Tanjung Putri akses jalan sempat ditutup total selama lebih dari 1 jam mengingat jarak pandang di bawah 5 meter dan membahayakan lalulintas.
Kebakaran yang semula melahap hutan di kilometer 13 Jalan Kotawaringin Lama itu, diketahui sudah berlangsung hampir satu bulan, saat ini sudah merembet hingga kilometer 17 atau sudah nyaris 5 kilometer menuju arah Kotawaringin Lama.
Kepada Desa Tanjung Putri, Eli Safitri membenarkan akses menuju wilayah desa mereka sempat ditutup total dari dua arah akibat tebalnya asap dari karhutla di wilayahnya yang merembet hingga tepi jalan.
"Sudah ada petugas yang berjaga dari arah Pangkalan Bun maupun dari arah Tanjung Putri untuk menahan kendaraan yang akan melintas," ujarnya.
Baca Juga: Dermaga Ulu Kotawaringin Lama Nyaris Terbakar
Menurutnya, imbauan untuk tidak melintas di jalan poros juga sudah disebarluaskan melalui grup-grup WhatsApp di desa pesisir Kumai. Diungkapkannya dalam 5 hari terakhir warga desa terus melakukan penanganan Karhutla dan berjaga agar api tidak mendekati permukiman.
"Warga dan petugas sudah 5 hari berjaga di lokasi, dan pemadaman dimaksimalkan dalam 3 hari ini," ungkap Eli.
Sementara itu, salah seorang warga yang melintas di jalan Kotawaringin Lama, Nasrul mengaku sempat hampir lemas terhirup kabut asap, tebalnya asap membuatnya sulit bernafas, beruntung ia bisa lepas dari kepungan asap dan menghirup udara yang lebih segar setelah lewat dari kepulan asap.
"Sempat enggak bisa bernafas tapi cuma sebentar setelah lepas dari kepulan asap susah bisa bernafas dengan baik," keluhnya.
Sementara itu, Satgas Darat Karhutla mengevakuasi para pemilik kebun di kilometer 16 yang nekat akan masuk ke kebun mereka untuk menghalau api. Namun, hal itu dinilai membahayakan jiwa mereka mengingat kepulan asap sangat pekat.
"Kami evakuasi para pemilik kebun yang memaksa masuk ke lokasi mereka, sangat berbahaya karena api besar dan asap tebal," ungkap seorang personel dari MPA HKM Danau Masoraian, Wawan. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama