Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

12 Hari Terbakar, Kilometer 13 Pangkalan Bun - Kolam Makin Membara 

Koko Sulistyo
Penulis: Koko Sulistyo❯

Advertisement

Penanganan Karhutla di kilometer 13 Jalan Kotawaringin Lama, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Jumat 21 Agustus 2026, pukul 23.00 WIB. (warga/Radar Sampit)
Penanganan Karhutla di kilometer 13 Jalan Kotawaringin Lama, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Jumat 21 Agustus 2026, pukul 23.00 WIB. (warga/Radar Sampit)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Sejak terbakar pada 11 Agustus 2026, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kilometer 14 Jalan Ahmad Shaleh, ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat belum mampu dipadamkan.

Advertisement

 

Tim gabungan yang berjibaku siang dan malam, masih terus berupaya menghalau laju api yang mendekati perkebunan dan pondok-pondok warga.

 

Advertisement

Bahkan mereka rela bergulat dengan kobaran api sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

 

Tim gabungan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Danau Masoraian dan Manggala Agni serta unsur lainnya menahan api agar tidak meluas ke kilometer 15 hingga pagi hari.

 

Hingga hari ini praktis Karhutla di kilometer 13 Kolam sudah berlangsung selama 12 hari. Penanganan kemudian dilanjutkan oleh tim gabungan lainnya.

 

MPA Danau Masoraian, Wawan mengatakan mereka semalam suntuk berusaha melokalisir jalur api agar tidak meluas ke kilometer 15 menuju arah Kotawaringin Lama.

 

"Untuk malam tadi ada dua titik api, yang sebelah kiri itu api yang besar menuju arah Pangkalan Bun, dan kami menahan yang titik api arah Kotawaringin Lama yang mengancam pondok warga," ujarnya, Sabtu 22 Agustus 2026.

 

Ia mengungkapkan, bila api yang menuju arah kilometer 15 tidak ditahan maka dipastikan kebakaran akan lebih parah, mengingat hutan di lokasi tersebut masih terbilang padat.

 

Menurutnya, api juga telah membakar kebun-kebun kelapa sawit milik warga, meski masih jauh dari jalan raya, Karhutla kilometer 14 harus mendapat prioritas pemadaman.

 

"Setidaknya upaya yang dilakukan semalam suntuk dapat memperlambat laju api," pungkasnya. (tyo)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Setelah Padam Diguyur Hujan, Karhutla kembali Menyala di Wilayah Kobar

Setelah Padam Diguyur Hujan, Karhutla kembali Menyala di Wilayah Kobar

Meskipun cuaca di kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai pulih, namun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi ke arah Kolam

Ngerinya Karhutla di Tikungan S Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Asap Pekat Picu Kecelakaan Beruntun

Ngerinya Karhutla di Tikungan S Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Asap Pekat Picu Kecelakaan Beruntun

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar kembali menerjang kawasan Jalan Ahmad Shaleh, Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama

Tanpa Makanan, Dua Orangutan Terlunta-lunta di Lokasi Karhutla KM 24 Kotawaringin Lama

Tanpa Makanan, Dua Orangutan Terlunta-lunta di Lokasi Karhutla KM 24 Kotawaringin Lama

Dua individu orangutan kembali ditemukan di tengah kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Lintas Kotawaringin

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer