Udara Kotim Makin Mengkhawatirkan, ISPU Tembus 737 dan Masuk Tiga Terburuk Indonesia

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah ini menembus angka 737 dan menempatkan Kotim sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk ketiga di Indonesia, Senin (31/8/2026).
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah ini menembus angka 737 dan menempatkan Kotim sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk ketiga di Indonesia, Senin (31/8/2026).

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapo.com  – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin mengkhawatirkan.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah ini menembus angka 737 dan menempatkan Kotim sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk ketiga di Indonesia, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan data portal ISPU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), angka tersebut tercatat pada pukul 14.32 WIB.

ISPU 737 masuk kategori Berbahaya yang ditandai warna hitam. Kondisi ini menunjukkan tingkat pencemaran udara sangat tinggi dan berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

Pada waktu yang sama, posisi pertama ditempati Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, dengan ISPU mencapai 1.483. Sementara posisi kedua ditempati Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dengan ISPU 868.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Marjuki mengatakan, kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Masyarakat diminta terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.

“Ini menjadi perhatian kami. Masyarakat bisa memantau kondisi kualitas udara. Apabila kondisi udara buruk atau bahkan berbahaya, hindari aktivitas di luar ruangan,” kata Marjuki.

Tingginya angka ISPU terjadi di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim.

Asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan. Jarak pandang warga juga menurun, terutama di wilayah yang terdampak kabut asap cukup tebal.

Kondisi tersebut membuat Kotim masuk jajaran daerah dengan kualitas udara paling buruk di Indonesia. Dari 10 lokasi dengan ISPU tertinggi pada waktu pemantauan tersebut, enam di antaranya berada di Pulau Kalimantan.

Selain Kotim dan Murung Raya, daerah Kalimantan lainnya yang masuk daftar tersebut yakni Kabupaten Gunung Mas dengan ISPU 564, Kabupaten Kapuas 409, Mobile AQMS BPBD Provinsi Kalimantan Tengah 347, Kabupaten Tabalong 407, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan 375.

Sementara itu, Kabupaten Tebo, Jambi, mencatat ISPU 216 dan Kabupaten Kutai Barat Sendawar, Kalimantan Timur, berada pada angka 213. Keduanya masuk kategori Sangat Tidak Sehat.

Marjuki kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya.

“Kalau pun terpaksa keluar ruangan, hendaknya menggunakan masker,” ujarnya.

Nilai ISPU dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, dan perkembangan sumber pencemaran di lapangan. Masyarakat diimbau terus memantau kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Kualitas Udara Kotim Kualitas Udara Sampit ISPU