Karhutla Mengganas, Alat Pemadam Diburu Warga Sampit

Rado. • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi: Toko selang air dan peralatan pompa air di Sampit (Rado/Radar Sampit)
Ilustrasi: Toko selang air dan peralatan pompa air di Sampit (Rado/Radar Sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak hanya menyulitkan proses pemadaman.

Dampaknya mulai terasa di pasaran. Selang, mesin pompa air atau alkon, hingga tandon air kini diburu warga dan relawan untuk membantu memadamkan api.

Tingginya permintaan dalam sepekan terakhir membuat sejumlah toko perlengkapan pemadam mulai kehabisan stok. Beberapa jenis barang yang masih tersedia juga mengalami kenaikan harga.

Selang berukuran 1 inci dan 2 inci menjadi salah satu peralatan yang paling banyak dicari. Begitu pula mesin alkon berukuran 1 hingga 3 inci yang digunakan untuk menarik air dari sumber terdekat menuju lokasi kebakaran.

Untuk selang ukuran 2 inci dengan panjang 100 meter, misalnya, harga yang sebelumnya sekitar Rp750 ribu per rol kini mencapai sekitar Rp1 juta.

“Kalau selang plastik kami habis karena seminggu terakhir ini banyak dicari warga. Kami sudah pesan dan kemungkinan Rabu barangnya datang,” kata Uyin, salah seorang penjual selang dan perlengkapan pemadam di Kota Sampit.

Tandon Air Ikut Langka

Bukan hanya selang dan mesin pompa yang mengalami peningkatan permintaan. Tandon air juga mulai diburu masyarakat untuk menunjang pemadaman karhutla.

Tandon berkapasitas 1.200 liter yang sebelumnya dijual sekitar Rp1,85 juta kini harganya telah menembus lebih dari Rp2 juta. Di sejumlah toko, stoknya bahkan mulai sulit ditemukan.

“Iya, naik juga. Itupun stok hanya ada satu,” kata salah seorang penjual di Jalan Pramuka Sampit.

Pedagang menyebut lonjakan permintaan terjadi seiring meningkatnya aktivitas pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kotim. Peralatan tersebut tidak hanya dicari masyarakat, tetapi juga relawan dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membutuhkan sarana tambahan di lapangan.

Relawan Terancam Kesulitan

Meningkatnya kebutuhan peralatan pemadam menunjukkan tingginya aktivitas penanganan karhutla di lapangan. Jika kebakaran terus meluas, permintaan terhadap selang, mesin pompa, tandon, serta perlengkapan pendukung lainnya diperkirakan ikut meningkat.

Kondisi tersebut berpotensi menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat dan relawan yang melakukan pemadaman secara swadaya. Selain harus menghadapi medan kebakaran, mereka juga dihadapkan pada keterbatasan stok dan kenaikan harga peralatan.

Karena itu, ketersediaan sarana pemadam menjadi perhatian penting, terutama di wilayah yang rawan karhutla. Pemerintah daerah dan pihak terkait perlu memastikan peralatan pendukung tersedia sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.

Di tengah ancaman karhutla, kelangkaan selang, mesin pompa dan tandon bukan sekadar persoalan perdagangan. Bagi warga dan relawan di lapangan, peralatan tersebut menjadi salah satu penentu seberapa cepat api bisa dikendalikan. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) warga sampit pemadam kebakaran karhutla