Powder Pemutus Api Digunakan untuk Hambat Karhutla di Kalteng

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:35 WIB
Uji coba penggunaan powder pemutus api, yang dilakukan personel Polda Kalteng, baru-baru tadi, (28/8), untuk kemudian digunakan di lokasi Karhutla. (istimewa)
Uji coba penggunaan powder pemutus api, yang dilakukan personel Polda Kalteng, baru-baru tadi, (28/8), untuk kemudian digunakan di lokasi Karhutla. (istimewa)

PALANGKA RAYA – ‘Perang’ melawan ganasnya Karhutla yang masih berangsung di Kalimantan Tengah (Kalteng), membuat berbagai upaya pemadaman dilakukan. Selain berbagai peralatan dikerahkan, amunisi baru berupa Powder Pemutus Api juga mulai dikerahkan.

Bahan itu semacam serbuk kimia kering yang berfungsi memutus reaksi kimia pada segitiga api dan menutup area terbakar dari oksigen. Sehingga, setelah dilakukan uji coba dengan dicampur air, mampu mempersempit gerak rambatan karhutla.

Bahan itu telah dicoba personel Satbrimob Polda Kalteng, khususnya untuk penanganan Karhutla di Kota Palangka Raya, baru-baru tadi.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Dieno mengapresiasi penggunaan inovasi tersebut.

“Penanganan Karhutla harus cepat, tepat, dan inovatif. Uji coba powder ini bentuk keseriusan Polri melindungi masyarakat dan lingkungan Kalteng. Kita Pantang Pulang Sebelum Padam,”ungkap Dieno, Jumat (28/8).

Ditambahkan, Komandan Kompi 2 Satbrimob Polda Kalteng Iptu Yanirahman mengatakan, personel terus disebar berdasarkan kebutuhan di lapangan. Setiap tim terdiri atas 10 hingga 12 anggota yang diploting setiap hari untuk menyasar wilayah yang membutuhkan penanganan. Hasilnya api tidak terlalu menjalar. Ini efektif sebagai penyekat,”tukas Dieno.

Baca Juga: Medan Sulit Tak Halangi Pemadaman, Helikopter Water Bombing Hantam Titik Api di Kobar

Sementara itu penanganan karhutla di Kotim, yang menjadi wilayah terbanyak titik api Se Kalteng, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengungkapkan, sejak 17 Agustus terjadi peningkatan kejadian karhutla secara harian.

“Sejak tanggal 17, memang ada peningkatan kejadian harian. Ada yang dapat kami tangani, ada juga yang tidak bisa,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi armada menjadi salah satu kendala utama. Selain jumlahnya terbatas, usia dan teknologi unit yang digunakan juga beragam. Bahkan, setiap hari BPBD harus melakukan perbaikan cepat terhadap sekitar empat hingga lima unit yang mengalami kerusakan, agar dapat kembali digunakan dalam waktu dua hingga tiga jam. Kecepatan angin dari pagi hingga malam hari juga membuat api bergerak cepat.

“Kami minta maaf kepada masyarakat karena situasi kebakaran dengan kecepatan angin yang cukup tinggi membuat proses terjadinya kebakaran di wilayah gambut sangat cepat sekali,” paparnya.

Salah satu upaya penanganan lanjut Multazam,  BPBD melibatkan masyarakat di sekitar lokasi rawan karhutla. Salah satunya membuat embung portable berbahan terpal di kompleks perumahan sebagai cadangan air untuk penanganan awal, ketika api muncul.

Embung tersebut selanjutnya akan diisi menggunakan pasokan air dari organisasi perangkat daerah (OPD) maupun kepolisian. “Penanganan karhutla itu tidak sepenuhnya dari posko, tetapi juga dibantu oleh masyarakat sekitarnya. Respon masyarakat cukup baik dan kami berharap ini menjadi kebiasaan baru,” imbuhnya.

Selain itu Multazam mengungkapkan, BPBD juga memanfaatkan zat tambahan yang dicampurkan ke air pemadam. Zat tersebut dinilai mampu mempercepat penetrasi air ke dalam tanah gambut sehingga bara di bagian bawah lebih cepat dipadamkan. Penggunaannya disebut berpotensi menghemat waktu dan sumber daya hingga sekitar 30–35 persen.

Namun diakuinya, pemanfaatan zat tersebut masih terbatas karena stok yang tersedia hanya dua jeriken, dan diperkirakan hanya cukup untuk sekitar dua kali operasi. “Kami cuma punya dua jeriken. Dua jeriken itu paling untuk kebutuhan dua kali operasi. Nanti satu tangki kita coba taruh di unit, bisa dipergunakan pada saat-saat seperti ini,” tandas Multazam (daq/yn/gus)

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Satbrimob Polda Kalteng Powder pemutus api pemadaman amunisi karhutla