NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kota Nanga Bulik. Kali ini, lahan semak belukar seluas kurang lebih satu hektare di Jalan Pangeran Antasari, tepatnya di belakang Pasar Induk Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, hangus terbakar pada Kamis (27/8/2026) sore.
Kobaran api yang muncul sekitar pukul 16.50 WIB langsung mendapat penanganan tim gabungan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lamandau bersama personel TNI, Brimob, dan Satpoldam dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, berkat kesigapan petugas, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 18.30 WIB.
“Api sepenuhnya sudah padam. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan menggunakan truk tangki BPBD, TNI, dan Satpoldam,” ujar Hendikel.
Namun, kebakaran ini menjadi perhatian karena muncul dugaan lahan tersebut sengaja dibakar oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa.
Berdasarkan informasi serta rekaman video yang beredar di media sosial, pria tersebut tertabgkap tangan saat melakukan pembakaran dan langsung diamankan oleh petugas di lapangan.
Dalam rekaman yang beredar, petugas terlihat berupaya menenangkan pria tersebut. Bahkan, tenaga medis tampak memberikan penanganan medis agar kondisi pria itu dapat dikendalikan.
Kasi Humas Polres Lamandau, IPDA Gin Gin Ginanjar, membenarkan bahwa pihak kepolisian masih menangani perkara tersebut. Namun, polisi belum memberikan kesimpulan mengenai pelaku maupun motif pembakaran karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Mohon izin, masih dilakukan proses penyelidikan oleh Sat Reskrim, mohon waktu,” terang Gin Gin, Jumat (28/8/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pria yang diketahui bernama Mawi tersebut diduga sudah dua kali terpantau melakukan pembakaran lahan di lokasi yang sama.
Ia disebut-sebut menganggap lahan tersebut sebagai miliknya dan melakukan pembakaran untuk membersihkan semak belukar.
Proses pengamanan Mawi juga berlangsung cukup dramatis. Pria tersebut disebut melakukan perlawanan dan dinilai membahayakan petugas sehingga harus diamankan untuk kemudian menjalani pemeriksaan di Polres Lamandau.
Setelah itu, Mawi dititipkan ke rumah singgah milik Dinas Sosial Kabupaten Lamandau. Namun, situasi kembali menjadi persoalan setelah pria tersebut dilaporkan berhasil membobol jeruji rumah singgah dan melarikan diri pada malam hari ketika petugas lengah.
Hingga Jumat (28/8/2026), keberadaan Mawi belum diketahui. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat sebelumnya ia diduga telah melakukan pembakaran lahan di lokasi yang sama.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamandau, Syaifudin Juhri, mengatakan pihaknya kini berupaya berkoordinasi dengan keluarga Mawi untuk mencari solusi penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei.
“Kami sedang berupaya berkoordinasi dengan pihak keluarganya agar bersedia ikut mengantar ke RSJ Kalawa Atei. Karena harus ada persetujuan dari keluarga dan pendampingan,” jelas Syaifudin.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan motif kebakaran. Keterangan saksi serta sejumlah bukti di lokasi kejadian juga terus dikumpulkan.
Kasus ini menjadi perhatian tersendiri karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan Pasar Induk Nanga Bulik.
Selain berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, pembakaran lahan secara berulang juga dikhawatirkan dapat memicu karhutla yang lebih luas jika tidak segera ditangani. (mex)