Turis Asing Pertanyakan Keselamatan Perjalanan ke TNTP

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 22:51 WIB
Wisatawan mancanegara dan domestik sedang menyaksikan orangutan di Taman Nasional Tanjung Putting awal Juli 2026 lalu. (Heru Prayitno/Radar Sampit)
Wisatawan mancanegara dan domestik sedang menyaksikan orangutan di Taman Nasional Tanjung Putting awal Juli 2026 lalu. (Heru Prayitno/Radar Sampit)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai memicu kekhawatiran wisatawan mancanegara yang berencana berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Mereka mempertanyakan kondisi asap, keselamatan perjalanan, serta potensi gangguan terhadap aktivitas wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kobar Muhammad Alwan mengatakan, permohonan informasi mengenai kondisi karhutla meningkat. Pertanyaan tersebut disampaikan melalui kanal komunikasi agen perjalanan resmi yang melayani wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kalau wisatawan yang mempertanyakan keamanan terkait karhutla cukup banyak, diperkirakan mencapai 50 sampai 60 persen dari total calon pengunjung,” ujarnya, Senin (24/8).

Menurut Alwan, kesehatan dan keselamatan penerbangan menjadi perhatian utama wisatawan mancanegara. Mereka khawatir terhadap keberadaan titik api di sekitar jalur penjelajahan serta paparan asap yang berpotensi mengganggu pernapasan dan aktivitas wisata di alam terbuka.

Kekhawatiran tersebut juga dipengaruhi maraknya informasi dan pemberitaan mengenai karhutla di Kalimantan Tengah. Meski demikian, hingga Jumat lalu belum ada laporan pembatalan kunjungan secara massal dari wisatawan mancanegara.

“Sampai hari Jumat kemarin masih belum ada laporan pembatalan kunjungan dari wisatawan mancanegara,” tegasnya.

Alwan menilai kondisi tersebut menunjukkan TNTP masih memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi ekowisata. Namun, risiko karhutla tetap menjadi pertimbangan wisatawan dalam menentukan jadwal dan durasi kunjungan.

Di sisi lain, kendala operasional pariwisata saat ini lebih banyak dipengaruhi transportasi udara. Penundaan jadwal penerbangan membuat agenda perjalanan wisatawan yang telah disusun harus mengalami perubahan.

Dinas Pariwisata Kobar terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan industri perjalanan untuk memantau kondisi di lapangan.

“Informasi kekhawatiran para wisatawan kita dapatkan dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kobar,” kata Alwan.

Sementara itu, Kepala Balai TNTP Kotawaringin Barat Yohan Hendratmoko menegaskan, karhutla di Kobar sejauh ini belum berpengaruh terhadap angka kunjungan wisatawan mancanegara ke TNTP.

“Untuk detail angka kunjungan wisatawan bisa berkirim surat secara resmi ke TNTP,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat tntp wisatawan asing karhutla