PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Sejak terbakar pada 11 Agustus 2026, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kilometer 14 Jalan Ahmad Shaleh, ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat belum mampu dipadamkan.
Tim gabungan yang berjibaku siang dan malam, masih terus berupaya menghalau laju api yang mendekati perkebunan dan pondok-pondok warga.
Bahkan mereka rela bergulat dengan kobaran api sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
Tim gabungan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Danau Masoraian dan Manggala Agni serta unsur lainnya menahan api agar tidak meluas ke kilometer 15 hingga pagi hari.
Hingga hari ini praktis Karhutla di kilometer 13 Kolam sudah berlangsung selama 12 hari. Penanganan kemudian dilanjutkan oleh tim gabungan lainnya.
MPA Danau Masoraian, Wawan mengatakan mereka semalam suntuk berusaha melokalisir jalur api agar tidak meluas ke kilometer 15 menuju arah Kotawaringin Lama.
"Untuk malam tadi ada dua titik api, yang sebelah kiri itu api yang besar menuju arah Pangkalan Bun, dan kami menahan yang titik api arah Kotawaringin Lama yang mengancam pondok warga," ujarnya, Sabtu 22 Agustus 2026.
Ia mengungkapkan, bila api yang menuju arah kilometer 15 tidak ditahan maka dipastikan kebakaran akan lebih parah, mengingat hutan di lokasi tersebut masih terbilang padat.
Menurutnya, api juga telah membakar kebun-kebun kelapa sawit milik warga, meski masih jauh dari jalan raya, Karhutla kilometer 14 harus mendapat prioritas pemadaman.
"Setidaknya upaya yang dilakukan semalam suntuk dapat memperlambat laju api," pungkasnya. (tyo)