Karhutla di Lamandau Kepung Gardu Induk PLN, Pasokan Listrik Dipastikan Normal

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Asap kebakaran lahan di Desa Kujan yang berdekatan dengan Gardu Induk PLN dan tower listrik masih terlihat mengepul, Jumat (21/8) pagi. (istimewa/BPBD Lamandau)

Asap kebakaran lahan di Desa Kujan yang berdekatan dengan Gardu Induk PLN dan tower listrik masih terlihat mengepul, Jumat (21/8) pagi. (istimewa/BPBD Lamandau)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kamis (20/8) malam, mengepung kawasan Gardu Induk (GI) PLN setempat.Selain mengancam pemukiman warga, pasokan listrik dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan tower listrik sempat dikhawatirkan terganggu.

-------------------------------------

Kondisi tersebut membuat petugas harus mengambil langkah cepat untuk memudahkan proses pemadaman api. Bahkan beberapa bagian pagar Gardu Induk PLN terpaksa dijebol untuk membuka akses bagi selang pemadam kebakaran.

Langkah itu dilakukan agar tim pemadam dapat menjangkau titik api yang berada di sekitar kawasan gardu. Kebakaran lahan juga terjadi di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan tower listrik.

Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Pangkalan Bun Rizki Rangga menyatakan, Gardu Induk Lamandau saat ini dalam kondisi aman dan beroperasi normal.

Hingga Jumat (21/8/2026), operasional Gardu Induk Lamandau dipastikan tetap berjalan normal dan pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga. Meski api sempat mengepung kawasan gardu, kondisi kelistrikan dipastikan tetap aman.

Baca Juga: Keroyokan Atasi Karhutla, OPD Pemkab Kotim Suplai Air untuk Tim Pemadam di Lapangan

“Dapat kami pastikan bahwa kondisi Gardu Induk Lamandau saat ini dalam keadaan aman dan beroperasi normal,” ujarnya, kepada Radar Sampit, Jumat (21/8).

Dia menjelaskan, kondisi SUTT juga telah diperiksa secara langsung oleh tim. Hasil pengecekan memastikan jaringan dalam kondisi aman sehingga tidak ada gangguan terhadap pasokan listrik.

“Untuk kondisi SUTT juga terpantau aman karena kemarin kami sudah mengirim tim untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Pasokan listrik ke masyarakat Lamandau dan sekitarnya tetap terjaga tanpa adanya gangguan akibat dampak kebakaran tersebut,” terang Rizki.

Pihaknya pun mengapresiasi gerak cepat tim Satgas Karhutla yang turun menangani kebakaran di sekitar Gardu Induk dan tower SUTT Lamandau. Tim tersebut melibatkan BPBD, TNI, Polri, serta petugas pemadam kebakaran.

“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim Satgas Karhutla yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Damkar karena respons cepat mereka dalam membantu menangani kebakaran di sekitar Gardu Induk dan tower SUTT di Lamandau,” ungkap Rizki.

Diketahui, lokasi lahan yang terbakar itu yakni eks persawahan di Desa Kujan, Kecamatan Bulik. Lokasinya memang berdekatan dengan Gardu Induk, dan api diperkirakan muncul sejak pagi hari.

Sejak Kamis (20/8), hampir sehari semalam petugas berjibaku melawan kobaran api yang terus membesar. Sejumlah armada pemadam dikerahkan untuk menyemprotkan air ke titik-titik api yang berada di sekitar kawasan gardu. Bahkan Jumat (21/8) pagi, api kembali terlihat membara di sejumlah titik yang tidak jauh dari lokasi kebakaran sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat petugas kembali harus bekerja keras melakukan penanganan, terutama untuk mencegah kobaran api merembet ke kawasan vital dan permukiman warga. Api membakar lahan yang didominasi semak belukar kering serta kawasan gambut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel memperkirakan luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 27 hektare.

“Petugas kesulitan masuk ke lokasi karena tidak ada akses jalan menuju lahan. Di sana juga gambut terbakar, sehingga api terus merayap mengikuti arah angin dan melahap semak belukar yang kering,” terangnya.

Ia menjelaskan, dengan kondisi tersebut, petugas saat ini lebih memprioritaskan penanganan di bagian tepian kawasan yang terbakar. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kobaran api mendekati fasilitas vital seperti Gardu Induk PLN maupun permukiman warga.

“Petugas hanya mampu menangani daerah tepian untuk mencegah api membahayakan area vital seperti Gardu Induk PLN dan permukiman warga,” tegas Hendikel.

Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari udara. Pada sore hari, sebuah helikopter terlihat berada di sekitar lokasi kebakaran untuk membantu pemadaman. Helikopter tersebut juga mengambil air dari Sungai Lamandau untuk kemudian digunakan dalam upaya pemadaman dari udara.

Di sekitar lokasi, sejumlah perusahaan seperti PT KSO dan PT MML juga turut bersiaga. Mereka melakukan langkah antisipasi dengan membuat parit pembatas guna menghambat pergerakan api agar tidak semakin meluas.(daq/mex/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
SUTT desa kujan lamandau gardu induk karhutla