SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Jajaran Korps Bhayangkara di Bumi Habaring Hurung kembali membuktikan tajinya. Aksi culas pembakar hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi teror tahunan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) langsung disikat tanpa kompromi.
Dua orang terduga pelaku pembakaran lahan di kawasan Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Baamang, Sampit, berhasil digelandang ke kantor polisi.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian masih bekerja ekstra hati-hati dan belum mau buru-buru menyimpulkan status hukum keduanya sebelum alat bukti dan benang merah kejahatan terkuak seutuhnya.
Baca Juga: Bongkar Modus Tangki Modifikasi, Polisi Turun Tangan Bikin SPBU di Lamandau Lengang
Saat ini, kedua terduga pelaku tengah mendekam di ruang pemeriksaan untuk menjalani interogasi maraton. Penyidik mendalami setiap jengkal keterangan dan fakta-fakta lapangan guna menguji tingkat keterlibatan mereka dalam insiden jago merah yang melalap lahan tersebut.
"Benar. Keduanya diamankan di wilayah Kecamatan Baamang. Saat ini masih kami dalami apakah terbukti melakukan pembakaran," ucap Resky kepada Radar Sampit.
Terkait identitas kedua orang yang diamankan, pihak kepolisian masih menutup rapat demi kepentingan pengembangan penyelidikan. Penyidik menegaskan bakal membuka seterang-terangnya status hukum mereka jika seluruh rangkaian pemeriksaan tuntas.
Baca Juga: Sabu Senilai Rp 767 Juta Dimusnahkan di Sampit, Ribuan Nyawa Berhasil Diselamatkan
Di sisi lain, perwira melati dua di pundak ini melayangkan ultimatum keras tanpa kompromi. Polisi memastikan tidak ada ruang sedikit pun bagi para pelaku pembakaran hutan dan lahan, mengingat dampaknya yang bukan hanya merusak ekosistem alam, tetapi juga memicu teror kabut asap pekat yang mengancam nyawa dan kesehatan masyarakat banyak.
"Siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran akan kami tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," tandas Resky dengan nada tegas.
Di tengah ancaman musim kemarau yang membuat lahan rentan tersulut api, aparat kembali mengedepankan imbauan siaga kepada seluruh warga agar tidak berani-berani membuka lahan dengan cara dibakar. Polisi memastikan setiap titik api dan praktik ilegal tersebut bakal diselidiki hingga ke akar-akarnya. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor