JAKARTA, Radarsampit.jawapos.com – Pihak booth Newport memberikan klarifikasi terkait video pengunjung membaca ayat Alquran yang kemudian disebut mendapat hadiah minuman keras (miras).
Aksi tersebut disebut bukan bagian dari konsep acara yang disiapkan pihak brand, melainkan bermula dari tindakan spontan seorang audiens yang mengambil alih mikrofon.
Klarifikasi disampaikan Master of Ceremony (MC) booth Newport, Ega, melalui akun Threads @aqueer_ setelah video kejadian pada Minggu (9/8) tersebut beredar luas di media sosial dan menuai kecaman.
Ega menjelaskan, acara awalnya hanya menampilkan musik. Saat memasuki jeda, dirinya berinteraksi dengan pengunjung di sekitar booth.
Baca Juga: GILA! Challenge Hafalan Surat Ad-Dhuha Di Booth Miras Newport, Tokoh Agama: KALIAN KELEWATAN!
“Lalu, ada audiens yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil alih mic saya,” kata Ega dalam pernyataannya, dikutip Selasa (11/8).
Setelah menguasai mikrofon, audiens tersebut kemudian membuat sayembara kepada pengunjung lain untuk melafalkan salah satu surat dalam Alquran. Sayembara itu disertai imbalan berupa minuman keras.
Ega mengakui dirinya lalai karena tidak segera mengambil kembali mikrofon yang digunakan audiens tersebut.
“Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut,” ujarnya.
Ega mengatakan, sebagai MC dirinya memiliki tanggung jawab memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung sesuai konsep yang telah ditentukan oleh brand.
Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ega juga menegaskan pihak brand tidak memiliki keterkaitan dengan aksi spontan audiens yang mengambil alih mikrofon.
“Melalui pesan ini pula, saya menegaskan bahwa pihak brand tidak memiliki sangkut paut atas kejadian tersebut,” katanya.
Ia mengakui tidak mampu mengendalikan aksi spontan tersebut hingga akhirnya menimbulkan kegaduhan di media sosial.
“Saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan dari audiens tersebut, sehingga menimbulkan kegaduhan,” ucap Ega.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi dirinya agar lebih sigap mengendalikan jalannya acara dan mencegah hal serupa kembali terjadi.
“Kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi saya sebagai MC, dan semoga hal seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Sebelumnya, video seorang pengunjung membacakan ayat Alquran di booth Newport viral di media sosial. Dalam video tersebut, pengunjung diduga membaca Surah Ad-Dhuha sebelum mendapat sorakan dari orang-orang di sekitar booth dan disebut memperoleh minuman keras.
Video itu kemudian menuai kecaman karena dinilai tidak pantas mengaitkan pembacaan ayat suci Alquran dengan pemberian minuman keras.
Ustaz Hilmi Firdausi menjadi salah satu pihak yang mengecam kejadian tersebut dan meminta pihak Newport memberikan klarifikasi serta permintaan maaf.
“Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur'an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!” tulis Hilmi Firdausi, dikutip Selasa (11/8).
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak booth Newport menyatakan aksi tantangan membaca Alquran tersebut bukan bagian dari konsep acara yang mereka siapkan.
Namun, video yang terlanjur beredar tetap menjadi sorotan publik karena dinilai sensitif dan menyinggung persoalan keagamaan. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko