Inilah Kronologi Remaja Tenggelam di Sungai Kahayan Palangka Raya, Tim SAR Lakukan Pencarian

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 16:00 WIB
PENCARIAN: Tim Basarnas melakukan pencarian remaja yang dikabarkan hilang tenggelam di Sungai Kahayan, Palangka Raya. (Dodi/Radar Sampit)
PENCARIAN: Tim Basarnas melakukan pencarian remaja yang dikabarkan hilang tenggelam di Sungai Kahayan, Palangka Raya. (Dodi/Radar Sampit)

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Muhammad Kasfi Rosadi, 14, diduga tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, kawasan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Minggu (9/8). 

Bocah asal Kampung Baru itu diduga terseret arus saat bermain di tepian sungai bersama tiga temannya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. Kasfi diketahui merupakan warga RT 1, RW 5, Kelurahan Pahandut. 

Saat kejadian, dia bersama tiga temannya datang ke kawasan Pelabuhan Rambang untuk bermain tanpa sepengetahuan orang tua.

Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan, pihaknya langsung melakukan pencarian setelah menerima informasi dari masyarakat.

Menurutnya, kejadian tersebut sebagai pengingat mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai.

“Jadi kronologinya, ada sekitar empat orang anak yang bermain di wilayah sungai. Mereka mungkin sedang bercanda dan bermain bersama. Ternyata anak yang diduga sebagai korban ini memang tidak bisa berenang. Akhirnya mungkin dia terseret arus, kemudian ada salah satu temannya yang ingin membantu, tetapi karena khawatir akhirnya dilepas,” jelasnya.

Ahmad mengatakan, pemerintah sebenarnya telah memberikan perhatian terhadap keselamatan warga di kawasan bantaran Sungai Kahayan. 

Sekitar satu setengah bulan lalu, Wali Kota Palangka Raya telah menerbitkan surat edaran berisi larangan dan peringatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak bermain di lokasi sungai yang berisiko.

Surat edaran tersebut, lanjut dia, telah disampaikan kepada seluruh RT dan RW di wilayah bantaran sungai. Imbauan agar warga tidak bermain di kawasan sungai juga telah beberapa kali disampaikan.

“Surat edaran dari Wali Kota sudah kami sampaikan kepada seluruh RT dan RW yang berada di wilayah bantaran sungai. Warga juga sudah sering kami ingatkan, termasuk anak-anak yang bermain di kawasan ini. Namun pengawasan orang tua juga sangat penting karena tidak mungkin kami bisa mengawasi mereka setiap hari,” katanya.

Pasca kejadian, Kelurahan Pahandut berencana mempertegas peringatan keselamatan dengan memasang papan larangan di sejumlah titik rawan. Salah satunya kawasan gosong yang muncul di tengah atau tepian sungai saat musim kemarau.

“Memang pemasangan papan peringatan sudah kami rencanakan. Musibah ini terjadi lebih dahulu daripada rencana kami. Ke depan, kami akan lebih mempertegas larangan agar anak-anak tidak bermain di wilayah gosong dan sekitarnya, terutama yang muncul saat musim kemarau,” pungkasnya.

Polisi dan tim pencarian diharapkan dapat segera menemukan korban. Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di sekitar aliran Sungai Kahayan.(daq/sla)

 

Editor : Slamet Harmoko
remaja tenggelam di sungai kahayan Sungai Kahayan PALANGKA RAYA tenggelam kronologi