SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran lahan di beberapa titik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terus terjadi, Rabu (5/8). Salah satu yang menjadi fokus penanganan yakni di Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, lantaran sejak Senin (3/8) api belum bisa dipadamkan.
Upaya pemadaman dilakukan melalui darat maupun udara, melibatkan Satgas Karhutla, masyarakat, pemerintah desa. Termasuk melibatkan pihak perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan sawit yang berada di sekitar lokasi.
Tiga perusahaan yang berada di sekitar titik kebakaran yakni PT Nusantara Sawit Persada (NSP), PT Mulia Agro Permai (MAP), serta eks PT Globalindo Alam Perkasa (GAP) yang kini dikelola PT Agrinas Palma Nusantara.
Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim, Rihel mengungkapkan, seluruh perusahaan tersebut telah mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu operasi pemadaman.
"Ada dua unit ekskavator yang digunakan membuat sekat bakar sekaligus embung sementara sebagai sumber pasokan air untuk mesin pompa kecil,"ujarnya, Rabu (5/8).
Namun lanjut Rihel, upaya di lapangan tidak berjalan mudah. Medan menuju lokasi kebakaran hanya dapat dilalui sepeda motor atau dengan berjalan kaki sehingga kendaraan pemadam berukuran besar tidak dapat menjangkau titik api.
Personel dari Posko Satgas Karhutla juga telah diterjunkan sejak Selasa siang (4/8) dan kembali melanjutkan pemadaman pada Rabu pagi.
Baca Juga: Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Kabut Asap Makin Parah, Bupati Kotim Siapkan Skenario Belajar Darurat
Selain itu, dari udara, helikopter Satgas Udara BNPB telah melakukan water bombing (bom air) di kawasan Camba, meski jumlah sorti dan volume air yang dijatuhkan masih menunggu laporan resmi.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam juga mengungkapkan, helikopter diberangkatkan dari Palangka Raya menuju Desa Camba pada Rabu (5/8), untuk melakukan operasi pengeboman air di lokasi kebakaran.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan data BMKG hingga Rabu (5/8) pukul 07.00 WIB, terdapat 159 hotspot di wilayah Kotim.
Kecamatan Kota Besi menjadi penyumbang terbanyak dengan 68 hotspot, terdiri atas 57 titik berstatus kepercayaan sedang dan 11 titik berstatus kepercayaan tinggi. Dari jumlah tersebut, 64 hotspot berada di Desa Camba, menjadikan desa itu sebagai episentrum karhutla di Kotim saat ini.
Hotspot lainnya tersebar di Kelurahan Kota Besi Hulu dan Desa Kandan. Sementara Mentawa Baru Ketapang mencatat 26 hotspot, Seranau 20 hotspot, Baamang dan Mentaya Hilir Utara masing-masing 11 hotspot, serta Teluk Sampit dan Pulau Hanaut masing-masing tujuh hotspot.(ang/oes/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama