Desa Camba Jadi Fokus Penanganan Karhutla, Helikopter Water Bombing Lepas Landas dari Palangka Raya

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:03 WIB
Helikopter water bombing bergerak dari Palangka Raya langsung menuju Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (5/8/2026). (BPBD Kotim) 
Helikopter water bombing bergerak dari Palangka Raya langsung menuju Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (5/8/2026). (BPBD Kotim) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus ditingkatkan. Setelah lonjakan titik panas dalam 24 jam terakhir, Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, kini menjadi fokus penanganan dengan pengerahan helikopter water bombing.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, helikopter telah diberangkatkan dari Palangka Raya menuju lokasi kebakaran di Desa Camba untuk melakukan operasi pemadaman dari udara.

"Take off dari Palangka Raya tujuan Camba. Operasi water bombing," kata Multazam, Rabu (5/8/2026). 

Langkah tersebut diambil menyusul tingginya aktivitas titik panas di Kecamatan Kota Besi yang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Kotim berdasarkan pembaruan BMKG.

Baca Juga: Kualitas Udara di Sampit Masuk Kategori Berbahaya, BPBD: Kondisi Berpotensi Berulang Setiap Pagi

Data rekapitulasi hotspot yang diakses pada Rabu (5/8/2026) pukul 07.00 WIB mencatat terdapat 159 titik panas tersebar di sejumlah kecamatan di Kotim. Dari jumlah itu, Kota Besi menyumbang 68 hotspot, terdiri atas 57 titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan 11 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sebagian besar hotspot di Kota Besi terdeteksi berada di Desa Camba dengan total 64 titik panas, menjadikan wilayah tersebut sebagai konsentrasi utama karhutla saat ini. Selain Camba, titik panas juga terpantau di Kelurahan Kota Besi Hulu dan Desa Kandan.

Sementara itu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang berada di urutan kedua dengan 26 hotspot, disusul Seranau sebanyak 20 titik, Baamang dan Mentaya Hilir Utara masing-masing 11 titik, serta Teluk Sampit dan Pulau Hanaut masing-masing 7 titik.

Peningkatan jumlah hotspot tersebut sejalan dengan kondisi cuaca yang masih mendukung terjadinya kebakaran. Analisis Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim menunjukkan hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah berada pada kategori sangat mudah terbakar, termasuk sebagian besar wilayah Kotim.

Baca Juga: Naruto hingga Nobita Jadi Nama Anak Indonesia, Ini 12 Karakter Anime Paling Populer Versi Dukcapil

Di sisi lain, prakiraan cuaca 24 jam ke depan belum memberikan harapan datangnya hujan yang mampu membantu proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman melalui jalur udara dinilai penting untuk menekan meluasnya kebakaran di kawasan Camba.

BPBD Kotim bersama TNI, Polri, Manggala Agni, serta unsur terkait terus memantau perkembangan di lapangan. Operasi water bombing diharapkan dapat mempercepat pengendalian api, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pemerintah juga kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
karhutla kotim helikopter water bombing karhutla Desa Camba