Menko Polkam: Karhutla Kalimantan Bisa Dikendalikan, OMC Tinggal Tunggu Kondisi Atmosfer

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago usai meninjau penanganan karhutla di Posko Pengayuan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026). (Humas Kemenko Polkam) 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago usai meninjau penanganan karhutla di Posko Pengayuan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026). (Humas Kemenko Polkam) 

Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah pusat optimistis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dapat dikendalikan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan pun telah disiapkan dan tinggal menunggu kondisi atmosfer yang memungkinkan untuk dilaksanakan.

Optimisme tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago usai meninjau penanganan karhutla di Posko Pengayuan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8).

Menurut Djamari, seluruh dukungan personel maupun peralatan telah disiapkan sehingga penanganan karhutla diyakini dapat berjalan maksimal.

"Saya merasa optimis bahwa ini bisa dikerahkan karena semua dukungan. Saya kira tidak ada kesulitan. Api juga sudah dikenal," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah saat ini terus mengoptimalkan operasi darat dan pengintaian untuk memantau perkembangan titik api. Bersamaan dengan itu, operasi modifikasi cuaca juga telah dipersiapkan sebagai langkah mempercepat penanganan apabila kondisi cuaca mendukung.

"Sekarang operasi pengintaian terus dilakukan, bahkan operasi modifikasi cuaca juga sudah disiapkan dan tinggal menunggu kondisi yang memungkinkan," katanya.

Djamari menjelaskan, apabila pembentukan awan memenuhi syarat, OMC dapat segera dilaksanakan pada sore hari. Namun jika peluang lebih baik terjadi pada malam hari, pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan pihak bandara agar tidak mengganggu lalu lintas penerbangan.

Menurutnya, hujan buatan menjadi salah satu strategi penting untuk membantu mempercepat pengendalian kebakaran.

"Modifikasi cuaca sangat penting, karena dengan hujan buatan itu bisa segera menyelesaikan masalah ini," tegasnya.

Selain mengandalkan teknologi, Menko Polkam menekankan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.

"Ini adalah pekerjaan kita bersama. Saya minta rekan-rekan pers mengajak masyarakat agar peduli terhadap persoalan ini. Ini peduli lingkungan, kalau bicara soal lingkungan, ada keselamatan manusia," ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi sikap acuh terhadap persoalan lingkungan hanya karena merasa tidak memiliki lahan yang terbakar. Menurutnya, dampak karhutla dirasakan seluruh masyarakat sehingga penanganannya harus menjadi tanggung jawab bersama.

Dalam arahannya, Djamari turut mengingatkan pentingnya keselamatan petugas di lapangan. Ia meminta setiap operasi dikendalikan secara ketat oleh pimpinan dengan memperhatikan kondisi api, arah angin, dan berbagai faktor teknis lainnya.


"Dikendalikan betul oleh pimpinan, jangan dilepas begitu saja. Intinya, jangan sampai ada korban," tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan operasi udara terus dioptimalkan sebagai bagian dari strategi terpadu pemerintah dalam menangani karhutla.

Menurutnya, water bombing tidak dimaksudkan untuk memadamkan kebakaran yang sudah meluas, melainkan menekan titik api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

"Water bombing bukan untuk memadamkan api yang sudah sangat luas, tetapi untuk menangani titik-titik api agar tidak berkembang semakin besar. Karena itu, operasi modifikasi cuaca juga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanganan karhutla," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mengatakan penanganan karhutla di wilayahnya terus mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga berbagai instansi terkait.

Menurut Ronny, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat penanganan kebakaran di lapangan.
"Alhamdulillah, semua unsur dari berbagai lini bekerja dan bersinergi bersama kami sehingga kami selalu mendapat dukungan," katanya.

Menko Polkam berharap kolaborasi seluruh unsur tersebut mampu mempercepat pengendalian karhutla di Kalimantan sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
hujan buatan operasi modifikasi cuaca sampit kotim karhutla