Setelah Santap MBG, Puluhan Pelajar SMPN 1 Kuala Pembuang Diare Massal, Dinkes Buka Posko di Sekolah

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 10:55 WIB
Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Sarinah, memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau SMPN 1 Kuala Pembuang, Kamis (30/7). (RIFANI/RADAR SAMPIT)
Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Sarinah, memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau SMPN 1 Kuala Pembuang, Kamis (30/7). (RIFANI/RADAR SAMPIT)

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan bergerak cepat menyikapi laporan puluhan siswa yang mengalami keluhan diare disertai demam di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang, Pada Kamis (30/7/2026).

Dugaan mengemuka penyebabnya akibat jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) dari salah satu SPPG di kawasan tersebut. Kini pihak berwenang sedang melakukan pemeriksaan termasuk uji laboratorium terhadap sampel makanan dari SPPG tersebut.

Sebagai langkah penanganan awal, Dinkes membuka posko pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah untuk memudahkan pemeriksaan dan penanganan para siswa.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa dan Guru SMPN 1 Kuala Pembuang Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Seruyan, Sarinah, mengatakan laporan pertama diterima dari tim Satuan Tugas (Satgas) pada Selasa malam.

Informasi tersebut menyebutkan banyak siswa mengalami gejala diare dan demam sehingga membutuhkan penanganan segera.

"Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke sekolah untuk memastikan kondisi di lapangan. Dari hasil pendataan sementara, ada sekitar 90 siswa yang mengalami keluhan," katanya.

Sarinah menambahkan, bahwa beberapa di antaranya sudah lebih dulu mendapatkan penanganan di rumah sakit maupun dokter praktik.

Melihat jumlah siswa yang terdampak cukup banyak, Dinkes memutuskan membuka posko kesehatan di SMPN 1 Kuala Pembuang. Posko tersebut juga melayani siswa dari sekolah lain apabila mengalami gejala serupa.

Baca Juga: Korban Bertambah, Orang Tua Ungkap Anak Alami Mual dan Demam Tinggi Usai Santap MBG

Meski dugaan awal sempat mengarah pada makanan yang dikonsumsi siswa, Sarinah menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti.

Saat ini, Dinkes masih melakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

"Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Hari ini sampel makanan akan kami ambil dari dapur SPPG untuk diperiksa di laboratorium. Sesuai SOP, setiap makanan yang disajikan memang wajib disimpan sebagai sampel selama minimal 2x24 jam, dan alhamdulillah sampel tersebut masih tersedia," jelasnya.

Menurut dia, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kejadian tersebut sekaligus langkah penanganan lanjutan.

Dalam operasional posko, Dinkes menggandeng Puskesmas Kuala Pembuang I. Mengingat keterbatasan tenaga dokter di puskesmas, Dinkes turut menurunkan tim medis dari kantor dinas agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.

Baca Juga: Korban Bertambah, Orang Tua Ungkap Anak Alami Mual dan Demam Tinggi Usai Santap MBG

"Tim yang bertugas merupakan gabungan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kuala Pembuang I. Kami ingin memastikan seluruh siswa yang memiliki keluhan bisa segera diperiksa dan mendapatkan penanganan," ujarnya.

Untuk sementara, posko kesehatan diaktifkan mulai pukul 10.00 WIB dan akan beroperasi selama satu hari sambil menunggu perkembangan kondisi di lapangan.

Menurutnya, Dinkes tidak menutup kemungkinan memperpanjang layanan apabila masih ditemukan siswa yang membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan. (rdw/sla)

Editor : Slamet Harmoko
smpn 1 kuala pembuang dinkes seruyan diare massal keracunan mbg seruyan