SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Ditjen SDMK) Kementerian Kesehatan memastikan telah menelusuri berbagai keterangan terkait meninggalnya dr. Muhammad Zulfikar Drakel, termasuk meminta informasi dari rekan-rekan almarhum selama menjalani Program Internship Dokter Indonesia (PIDI).
Direktur Ditjen SDMK Kementerian Kesehatan, Ika Tri Satya, mengatakan dari hasil penelusuran tersebut tidak ditemukan adanya keluhan kesehatan yang pernah disampaikan almarhum selama bertugas sebagai dokter internship.
"Menurut teman-temannya pun dia tidak pernah mengeluh sakit selama aktivitas internship-nya. Makanya tadi dibilang dokter internship dengan kualifikasi yang berbeda dengan teman-temannya," ujar Ika.
Tak hanya itu, penilaian positif terhadap dr. Muhammad Zulfikar juga datang dari para dokter pembimbing di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, tempat almarhum menjalani program internship.
Menurut Ika, salah seorang dokter spesialis anak bahkan menjadikan Zulfikar sebagai contoh peserta internship yang ideal karena dikenal rajin dan memiliki kompetensi yang menonjol.
"Kalau konsultannya di sana, dokter spesialis anak bilang, kalau internship yang bagus ya Fikri. Rajin banget. Makanya kami merasa sangat kehilangan," katanya.
Ika menuturkan, kepergian dr. Muhammad Zulfikar bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia kesehatan Indonesia.
Baca Juga: Tim Investigasi Kemenkes: Tak Ada Bullying maupun Pelanggaran Jam Kerja pada dr. Muhammad Zulfikar
Menurutnya, almarhum merupakan sosok dokter muda yang berprestasi, berdedikasi tinggi, dan memiliki masa depan yang sangat menjanjikan.
"Kami merasa kehilangan. Dunia kesehatan Indonesia kehilangan sosok dokter muda yang berbakat dan memiliki dedikasi luar biasa," pungkasnya. (ang)
Editor : Slamet Harmoko