NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan poros selatan yang menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat lumpuh total, Senin (27/7) malam.
Sebuah truk longbet bermuatan tiga unit ekskavator terguling dan melintang di tengah jalan sehingga menutup seluruh badan jalan.
Akibat kejadian tersebut, jalur utama penghubung Kalbar-Kalteng tidak dapat dilalui dari kedua arah. Antrean kendaraan pun mengular panjang karena seluruh akses tertutup material dan muatan alat berat.
Pengendara yang berencana melintas di ruas Jalan Lintas Trans Kalimantan wilayah Desa Kudangan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, diimbau menunda perjalanan atau mencari informasi terbaru sebelum berangkat, mengingat proses evakuasi diperkirakan memerlukan waktu cukup lama.
Informasi di lapangan dibenarkan oleh personel Satlantas Polres Lamandau yang telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
"Kita telah menurunkan anggota tadi malam. Saat ini jalan belum bisa dilalui," ungkap kapolres lamandau melalui kasat lantasnya AKP Dindin Mahmudin
Dari informasi yang berhasil dihimpun, sopirnya, Gian Luhur Gemilang, mengemudikan truk longbet Sinotruk Howo bernomor polisi BM 8273 JO milik PT Mitra Angkutan Sejati dengan muatan tiga unit ekskavator Sunward PC 100.
Berdasarkan keterangan sopir, kendaraan tersebut berangkat dari PT Indo Agro Mas di Pangkalan Banteng pada 2 Juli 2026 dengan tujuan Jalan 28 Oktober, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Namun ketika tiba di Kecamatan Delang pada 17 Juli 2026, kendaraan mengalami kerusakan pada kampas kopling sehingga harus berhenti selama sekitar 10 hari untuk menunggu perbaikan oleh mekanik.
Setelah dinyatakan selesai diperbaiki, perjalanan kembali dilanjutkan pada 27 Juli 2026. Sekitar pukul 20.00 WIB, saat melintasi tanjakan yang dikenal warga sebagai Bukit Angker di Desa Kudangan, truk tiba-tiba mundur meski mesin masih hidup.
Kendaraan kemudian melintang di badan jalan dan tiga unit ekskavator yang diangkut terbalik hingga menutup seluruh ruas jalan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun hingga laporan dibuat, tiga unit ekskavator masih menutupi seluruh badan jalan sehingga kendaraan dari arah Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Barat belum dapat melintas.
Di lokasi kejadian, petugas Satlantas memasang lampu peringatan (flash light) dari kedua arah untuk mencegah kecelakaan lanjutan serta melakukan pendataan terhadap sopir dan dokumen kendaraan.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari warga sekitar, angkutan alat berat tersebut disebut tidak mendapatkan pengawalan selama perjalanan.
Proses evakuasi diperkirakan berlangsung cukup lama karena besarnya muatan yang harus dipindahkan terlebih dahulu sebelum jalur Trans Kalimantan dapat kembali dibuka. (mex)
Editor : Agus Jaka Purnama