PALANGKA RAYA-radarsampit.jawapos.com-Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat menghanguskan hampir 500 hektar lahan. Kondisi itu dinilai memasuki tahap mengkhawatirkan.
Menyoroti persoalan ini, Anggota DPD RI Agustin Teras Narang mengungkapkan, data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran ( BPB-PK) Provinsi Kalteng, mencatat hingga pertengahan Juli 2026, sudha 472 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 456,78 hektare.
"Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi alarm bahaya. Dampaknya sudah sangat dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya kasus ISPA hingga terganggunya aktivitas ekonomi," ujar mantan gubernur Kalteng dua perode itu.
Menurut Teras, petani dan pekerja lapangan menjadi kelompok yang paling terdampak, karena kehilangan mata pencaharian akibat lahan terbakar maupun buruknya kualitas udara.
Dirinya pun meminta pemerintah provinsi, kabupaten, kota hingga pemerintah pusat memperkuat koordinasi penanganan karhutla. Terutama di daerah yang membutuhkan bantuan ekstra seperti Kabupaten Kotawaringin Timur yang menghadapi kebakaran di lahan gambut.
Baca Juga: Polda Kalteng Kerahkan Ratusan Personel dalam Operasi Atasi Karhutla
Selain itu, Teras mengingatkan agar anggaran penanggulangan bencana tidak dikurangi meski pemerintah sedang menghadapi tekanan fiskal.
"Hak masyarakat atas keselamatan, kesehatan, dan perlindungan dari bencana asap harus tetap menjadi prioritas. Penanganan karhutla memerlukan dukungan anggaran yang memadai," tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta mendukung penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
“Setiap tindakan yang membahayakan kepentingan publik mesti dicegah bersama, serta pada titik tertentu agar dapat ditindak tegas secara hukum,”imbuh Teras Narang.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama