NANGA BULIK,radarsampit.jawapos.com-Musim kemarau kembali membuat debit air Sungai Lamandau lebih banyak menyisakan hamparan pasir yang cukup luas membentang luas di tepian. Kondisi itu pun dimanfaatkan warga untuk rekreasi, seperti merasa di pantai.
Pada sore hari, kawasan pesisir sungai, mulai dari Pasar Lama hingga sekitar Jembatan Kujan di Kecamatan Bulik, dipenuhi warga yang datang untuk menikmati suasana. Anak-anak tampak riang bermain pasir, sementara para remaja dan orang dewasa memanfaatkan momen itu untuk bersantai, berfoto, main sepak bola hingga menikmati semilir angin di tepian sungai. Bahkan adapula pedagang dadakan.
Fenomena musiman ini seolah menjadi destinasi wisata gratis yang selalu muncul setiap musim kemarau. Hamparan pasir yang biasanya tertutup air kini berubah menjadi ruang terbuka yang menghadirkan suasana berbeda bagi warga Nanga Bulik.
"Ini memang wisata tahunan kalau musim kemarau datang. Setiap tahun pasti ramai karena masyarakat senang menikmati suasana seperti ini, gratisan pula," ujar Rara, salah seorang pengunjung, Selasa (21/7).
Meski menawarkan keindahan alam yang memikat, warga tetap diimbau agar tidak mengabaikan faktor keselamatan. Anak-anak harus selalu berada dalam pengawasan orang tua karena kondisi dasar sungai dapat berubah secara tiba-tiba.
Mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau telah memasang tali pembatas dan spanduk imbauan di sejumlah titik. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi area yang aman serta mengurangi risiko kecelakaan air.
Baca Juga: Buaya Keliaran di Sungai Lamandau, Warga Diminta Hindari Aktivitas di Sungai
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengimbau warga agar tidak terlena dengan kondisi sungai yang tampak surut. Ia mengingatkan bahwa aliran sungai masih memiliki titik-titik dalam yang berbahaya, sehingga pengunjung diminta mematuhi seluruh rambu yang telah dipasang petugas.
"Hati-hati saat berenang ataupun mandi di sungai sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Pengawasan orang tua terhadap anak sangatlah penting," tegasnya.
Di balik keindahan hamparan pasirnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga keselamatan tetap menjadi hal utama agar wisata alam musiman ini dapat dinikmati dengan aman dan nyaman.(mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama