Spanyol kembali menjadi juara dunia kedua kali, setelah menundukkan Argentina (1-0) di partai final edisi ke 23, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, di Stadion New York-New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat.
Generasi baru tim berjuluk La Furia Roja itu sukses mengembalikan kejayaan ketika di masa Xavi Alonso, Iniesta dan Sergio Ramos serta kolega di tahun 2010 silam di Afrika Selatan.
Sementara, Argentina gagal meraih gelar back to back setelah edisi Piala Dunia 2022. Leonel Messi dan kawan-kawan gagal mengikuti jejak Italia pada 1938 dan Brasil 1962, yang bisa mempertahankan trofi mereka.
Kemenangan Spanyol ditentukan lewat gol Ferran Torres di menit 106, saat tambahan waktu.
Sebaliknya, Argentina gagal meraih gelar back to back setelah edisi 2022. Tim asuhan Lionel Scaloni gagal mengikuti jejak Italia 1938 dan Brasil 1962 yang bisa mempertahankan trofi mereka.
Baca Juga: Kisah ketika Messi Nyaris Masuk Timnas Spanyol
Jalannya laga final yang dipimpin oleh wasit Slavko Vincic (Slovenia), Argentina menurunkan formasi 4-4-2. Lionel Scaloni melakukan perubahan dari laga semifinal dengan masuknya Gonzalo Montiel sebagai bek kanan, dan Nico Gonzalez di gelandang kiri. Sementara Lionel Messi, berduet dengan Julian Alvarez.
Sementara Spanyol mempertahankan starting XI terbaik mereka dengan Fabian Ruiz dan Rodri di posisi sentral. Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte juga tidak tergantikan duet di lini pertahanan. Di depan, dipasang Lamine Yamal dengan Mikel Oyarzabal dan Dani Olmo.
Menjalani laga, kedua tim berhati-hati untuk meminimalisasi ancaman. Spanyol yang mendominasi penguasaan bola, nampak menerapkan apa yang mereka lakukan saat mengalahkan timnas Prancis. Hasilnya, Argentina tidak bisa menghasilkan shot dalam 45 menit awal.
Namun, ertahanan Argentina yang dikawal Cristian Romero dan Lisandro Martinez cukup solid. Namun tetap ada ancaman dari Spanyol. Menit kelima, Lamine Yamal melakukan tembakan jarak dekat, namun aman dalam jangkauan Emiliano Martinez. Kemudian menit 39, Mikel Oyarzabal coba menembak dari luar kotak penalti, namun bisa ditangkap kiper Argentina.
Tembakan lain dilakukan oleh Marc Cucurella ('43), tetapi bola masih menyamping.
Sementara Argentina, harus kehilangan Lisandro Martinez yang cedera, sehingga digantikan bek senior, Nicolas Otamendi.
Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Masuk babak kedua, Argentina memasukan Leandro Paredes. Tujuan Scaloni ingin memperbaiki kualitas umpan di lini tengah. Namun, Spanyol tetap mendominasi.
Pada menit ke 56, umpan satu-dua Mikel Oyarzabal dan Dani Olmo nyaris saja mengancam gawang Argentina. Namun, bek veteran Otamendi sigap menghalau bola.
Tekanan bertubi Spanyol terus berlanjut, melalui Ferran Torres, Mikel Merino, Nico Williams, hingga Pedri. Seperti pada Menit 67, umpan cantik Yamal ditanduk Torres tepat ke arah Martinez. Berselang 10 menit, percobaan Pedri masih berhasil diatasi sang kiper Argentina. Termasuk pula dengan kejutan dari Pau Cubarsi.
Tekanan ke kubu Argentina berlanjut hingga jelang 90 menit. Leonel Messi dan kawan-kawan tidak kunjung bisa mengatasi dominasi Spanyol.
Momentum besar untuk La Furia Roja terjadi ketika Enzo Fernandez menerjang Pau Cubarsi. Wasit Slavko Vincic pun memberikan kartu kuning kedua untuk Enzo, yang berarti sang gelandang serang Chelsea itu, harus keluar dari lapangan.
Argentina pun bermain dengan 10 orang. Selanjutnya tendangan bebas Lamine Yamal yang ditepis Martinez memastikan laga berlanjut ke extra time, masih dengan skor 0-0.
Kejadian kontroversial turut mewarnai laga pada menit 96. Ketika itu, Nico Williams mencetak gol. Namun, wasit menilai ada pelanggaran terlebih dahulu oleh Mikel Merino kepada Nicolas Otamendi.
Namun Spanyol terus menyerang, sedangkan Argentina terus bertahan dengan 8 pemain di lapangan.
Gol Spanyol pun datang pada menit 106. Berawal dari bola kiriman Nico Williams. Ferran Torres yang berada ada di titik yang tepat, langsung mengirim tembakan ke gawang Argentina. Skor 0-1 tercipta setelah total 19 tembakan La Roja.
Argentina pun coba bangkit dari situasi sulit, tapi tembakan pertama mereka dari 120 menit baru terjadi pada menit 116. Messi mengirim tendangan yang mengenai Mikel Merino. Kesempatan lain datang untuk Giuliano Simeone, tetapi tembakannya melesat ke atas.
Sampai waktu habis, upaya Argentina untuk mengejar tak membuahkan hasil, sehingga Spanyol resmi jadi juara Piala Dunia 2026. Dan Argentina gagal menambah koleksi keempatnya untuk Piala Dunia.(net/gs)
Editor : Agus Jaka Purnama