SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kepanikan pecah di kawasan dekat Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat melalap sedikitnya lima kios di Kompleks Lahan Inhutani I, Jalan DI Panjaitan, tepatnya di depan SDN 12 Sampit.
Api diduga dengan cepat menjalar karena bangunan kios yang sebagian besar berbahan kayu dan berdiri berdempetan. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan menerangi langit malam sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
Warga yang melihat kejadian berhamburan keluar rumah. Sebagian berusaha menyelamatkan barang-barang milik pemilik kios yang masih sempat dievakuasi, sementara lainnya berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, kobaran api tampak menjulang tinggi disertai kepulan asap hitam pekat. Suara teriakan warga yang saling mengingatkan untuk menjauh dari lokasi terdengar di tengah situasi yang mencekam.
"Benar, ada kebakaran. Api cepat sekali membesar," ujar salah seorang warga yang berada di lokasi.
Tak lama setelah menerima laporan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim mengerahkan sedikitnya tujuh armada pemadam ke lokasi kejadian. Sejumlah relawan pemadam kebakaran juga ikut membantu proses pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Petugas berjibaku memadamkan kobaran api yang terus membesar akibat material bangunan yang mudah terbakar. Setelah api berhasil dikendalikan, proses pembasahan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Data sementara sekitar lima kios yang terbakar. Saat ini petugas masih di lapangan melakukan pembasahan," ujar Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Disdamkarmat Kotim Heri Wahyudi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka. Namun, lima kios dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat kebakaran tersebut. Besaran kerugian material masih dalam proses pendataan oleh instansi terkait.
Sementara itu, aparat kepolisian telah melakukan pengamanan di lokasi dan mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan akan dipastikan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP).
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan pertokoan yang didominasi bangunan berbahan kayu.
Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga api tidak meluas. (oes)
Editor : Slamet Harmoko