Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jangan Nekat Cari Rezeki Kalau Laut Lagi Sensi: Peringatan BMKG Buat Pelaut di Perairan Selatan Kalteng

Slamet Harmoko • Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB
Perahu nelayan saat sandar di Pasar Ikan Mentaya Sampit. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Perahu nelayan saat sandar di Pasar Ikan Mentaya Sampit. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com —  Setelah kemarin kita dibuat pusing sama urusan sumur kering akibat kemarau yang katanya terpanas dalam 30 tahun, sekarang giliran wilayah perairan yang ikutan ngasih ujian, Lur.

Tampaknya alam ini memang lagi hobi banget menguji kesabaran kita yang hidup di bumi Tambun Bungai.

Baru-baru ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar mengeluarkan maklumat yang cukup bikin ketar-ketir.

Para nelayan, pelaut, sampai operator kapal yang biasa mondar-mandir di Perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang diminta buat pasang mata dan telinga lebar-lebar. Tolong, tingkatkan kewaspadaan sampai hari Kamis besok.

Kenapa? Soalnya, tinggi gelombang di dua wilayah itu diramal lagi hobi "lompat tinggi", alias bisa mencapai 1,25 sampai 2,5 meter.

Bayangkan, Lur. Dua setengah meter itu kalau di darat sudah setinggi atap rumah tipe 36. Kalau ombak setinggi itu menghantam perahu klotok atau kapal nelayan ukuran kecil yang biasa dipakai mencari nafkah, ya otomatis rasanya bakal mirip kayak naik wahana roller coaster tanpa sabuk pengaman. Ngeri-ngeri sedap!

Uniknya, kalau sampeyan melihat ke langit, cuacanya sebetulnya kelihatan adem-adem saja. BMKG bilang kondisinya umumnya cuma berawan sampai cerah berawan. Tapi ya jangan sampai tertipu sama tampang luar yang kalem begitu. Di balik langit yang syahdu, kombinasi antara angin kencang dan arus laut di bawah sana rupanya lagi bekerja sama buat bikin goyangan ombak makin aduhai.

Mari kita bedah datanya biar ndak dikira hoaks:

Di Perairan Teluk Sampit, hembusan anginnya diprediksi bisa lari sampai kecepatan 13 hingga 17 knot. Nah, kalau anginnya lagi kumat sensinya, hembusan maksimumnya bisa tembus sampai 27 knot! Angka gelombangnya rata-rata nangkring di 1,25 sampai 2,5 meter, walau sesekali sempat insyaf turun ke angka 0,5 meter.

Sementara tetangganya, di Perairan Kuala Pembuang, kondisinya ya beda tipis mirip anak kembar. Gelombangnya sama-sama dipatok sampai 2,5 meter dengan kecepatan angin maksimal 26 knot.

Ditambah lagi dengan kecepatan arus laut yang bergerak di angka 0,67 sampai 1,70 knot. Pokoknya, paket lengkap buat bikin lambung kapal bergoyang hebat.

Melihat kondisi laut yang lagi ndak bersahabat ini, BMKG memberikan wejangan yang sangat masuk akal buat para pencari rezeki di laut. Intinya cuma satu: jangan nekat!

Kalau kondisi di lapangan memang sudah ndak memungkinkan, ya ndak usah memaksakan diri buat berlayar demi mengejar setoran. Nyawa itu ndak ada serepnya di toko kelontong, Lur.

Selain itu, buat para nahkoda kapal, tolong dicek lagi perlengkapan keselamatannya. Pastikan jaket pelampung (life jacket) ndak cuma dijadikan pajangan atau gantungan baju di sudut kapal. Alat komunikasi dan peralatan darurat juga harus dipastikan berfungsi dengan baik, bukan malah lowbat pas lagi dibutuhkan.

Sebab, cuaca maritim ini sifatnya dinamis alias plin-plan, bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti mood atmosfer bumi. Begitu angin mendadak menguat, tinggi gelombang bisa naik kelas dalam hitungan menit.

Jadi, buat sedulur-sedulur nelayan dan masyarakat pesisir, rajin-rajinlah memantau update dari BMKG sebelum melaut. Kita doakan saja semoga laut segera tenang kembali, biar para nelayan bisa pulang membawa ikan, bukan membawa cerita horor akibat diterjang ombak. (*)

Editor : Slamet Harmoko
Teluk Sampit rezeki BMKG Kalteng kotim