PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Penyidikan tewasnya tiga personel kepolisian dan 1 terduga pelaku, saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan pada 2 Juli dini hari lalu, terus bejalan.
Perkembangan terbaru, tim gabungan Polda Kalteng dan Polres Katingan kembali menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan itu. Sejauh ini, sudah lima orang yang diamankan.
Kedua terduga pelaku berinisial Y dan L ditangkap di wilayah Kabupaten Katingan pada Rabu (8/7). Keduanya kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing dalam tragedi berdarah itu.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, operasi gabungan masih terus dilakukan untuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan.
"Yang diamankan dua pria berinisial Y dan L. Keduanya ditangkap pagi hari di wilayah Katingan," ujarnya, Rabu (8/7).
Baca Juga: Kompolnas Ungkap Temuan Dibalik Kematian 3 Polisi, Ketika Sambangi Desa Tumbang Kalemei
Dodik menjelaskan, penyidik masih mendalami keterlibatan kedua tersangka itu melalui pemeriksaan intensif. Hasil pemeriksaan juga akan menjadi dasar pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya."Masih dimintai keterangan dan masih dalam rangka pengembangan," tegasnya.
Menurut Dodik, meski lima orang telah diamankan, proses pengejaran belum berakhir. Tim gabungan memburu sejumlah orang yang diduga ikut menyerang aparat saat operasi pemberantasan narkoba tersebut.
"Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan," tegasnya.
Sementara itu, beredar rekaman video yang memperlihatkan salah satu terduga pelaku berinisial Y memberikan keterangan terkait peristiwa kelam itu. Dalam video tersebut, Y mengaku ikut mengejar personel kepolisian bersama sejumlah pelaku lain, dengan menggunakan perahu klotok.
Dalam video itu ia juga menyebut penembakan terhadap petugas dilakukan oleh beberapa pelaku, termasuk seseorang berinisial A alias S bersama pelaku lainnya. Selain itu, Y menyebut sejumlah nama lain yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan menggunakan senjata api laras pendek.
Di tengah proses penyidikan, Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri yang dipimpin Brigjen Pol. AI Afriandi juga mengunjungi keluarga tiga personel Polri yang gugur dalam penggerebekan tersebut.
Dalam suasana penuh haru, rombongan menyampaikan belasungkawa, berdialog dengan keluarga korban, serta memberikan dukungan moril kepada ahli waris.
Selain melakukan audit terhadap pelaksanaan tugas dan administrasi, tim juga memberikan arahan guna meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme di lingkungan Polri.
AI Afriandi mengungkapkan, pengorbanan ketiga personel menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri.
"Dedikasi dan pengorbanan mereka merupakan teladan bagi seluruh anggota Polri. Institusi tidak akan melupakan jasa para personel yang gugur dalam menjalankan tugas negara dan akan terus memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan," pungkasnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama