SURABAYA, Radarsampit.jawapos.com - Suasana Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya mendadak tegang ketika seorang warga binaan mengalami kontraksi lebih cepat. Persalinan darurat pun dilakukan hingga bayi laki-laki lahir dengan selamat.
Bidan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Anggraeni mengatakan pada Sabtu (4/7), seorang warga binaan berinisial D mendadak mengalami kontraksi, meski hari perkiraan lahir (HPL) dijadwalkan pada Agustus mendatang.
"Sejak warga binaan mengeluhkan kontraksi, kami langsung melakukan pemantauan secara berkala di Klinik Pratama Rutan Perempuan Surabaya, kondisi D terus dipastikan dalam keadaan terpantau," ujarnya, Senin (6/7).
Baca Juga: Modus PO Sembako Murah, Lima Emak-emak di Surabaya Tertipu Rp400 Juta
Menjelang waktu subuh, hasil pemeriksaan menunjukkan persalinan telah memasuki tahap pembukaan. Tenaga kesehatan kemudian merujuk D segera ke Puskesmas Porong untuk penanganan lebih lanjut.
Namun situasi berubah sangat cepat. Sebelum D sempat dinaikkan ke ambulans, proses persalinan berlangsung sehingga bayi laki-lakinya lahir di Klinik Pratama Rutan Perempuan Surabaya.
"Ketika hasil pemeriksaan menunjukkan sudah terjadi pembukaan, kami menyiapkan rujukan ke Puskesmas Porong. Namun proses persalinan berkembang sangat cepat sehingga bayi lahir sebelum sempat diberangkatkan," imbuhnya.
Setelah mendapatkan penanganan awal, ibu beserta bayi laki-lakinya tetap dibawa menggunakan ambulans menuju Puskesmas Porong untuk menjalani observasi dan memperoleh perawatan medis lanjutan.
"Alhamdulillah seluruh petugas sudah siap, sehingga ibu dan bayi dapat segera memperoleh penanganan yang dibutuhkan. Keselamatan ibu dan bayi menjadi menjadi prioritas kami," terang Anggraeni.
Baca Juga: Nobar Bola Berdarah! Pemuda Asal Palangka Raya Luka Perut Ditikam di Banjarmasin
Di sisi lain, D mengaku terharu atas perhatian dan pendampingan yang diberikan petugas selama proses persalinan. Ia bersyukur karena sejak kontraksi muncul hingga melahirkan, dirinya tidak pernah ditinggalkan sendirian.
"Saya meminta maaf karena sudah merepotkan banyak petugas. Terima kasih kepada semua petugas, saya sangat bersyukur karena saya dan anak saya bisa melalui proses ini dengan selamat," tutup D. (jpg)
Editor : Farid Mahliyannor