Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Kotawaringin Barat Panggil PLN Bahas Pemadaman Bergilir

Syamsudin Danuri
Penulis: Syamsudin Danuri❯
Komisi C DPRD Kotawaringin Barat rapat bersama UP3 PLN Pangkalan Bun.  (SYAMSUDIN/RADAR SAMPIT)
Komisi C DPRD Kotawaringin Barat rapat bersama UP3 PLN Pangkalan Bun.  (SYAMSUDIN/RADAR SAMPIT)

Advertisement

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Komisi C DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) memanggil jajaran Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Pangkalan Bun untuk memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik bergilir di wilayah Pangkalan Bun dan sekitarnya. Keterangan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat yang digelar pada Selasa (7/7).

Ketua Komisi C DPRD Kobar, H. Arif Asyrofi, mengatakan DPRD ingin memperoleh penjelasan langsung dari pihak PLN mengenai penyebab gangguan pasokan listrik yang terjadi.

Advertisement

Berdasarkan penjelasan PLN, pemadaman bergilir tidak hanya terjadi di Kotawaringin Barat, tetapi merupakan dampak dari sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan yang membentang dari Kalimantan Utara hingga Kendawangan, Kalimantan Barat. Gangguan pada salah satu titik dalam sistem tersebut akan memengaruhi pasokan listrik di sejumlah daerah.

"PLN saat ini tengah melakukan pemeliharaan dan perbaikan pada beberapa unit pembangkit serta jaringan utama yang menjadi penyuplai listrik di Kalimantan," kata Arif.

Salah satu penyebab berkurangnya pasokan listrik adalah terganggunya operasional PLTG di Muara Teweh yang memiliki kapasitas sekitar 50 megawatt. Gangguan tersebut mengurangi pasokan daya ke sistem interkoneksi sehingga PLN menerapkan pemadaman bergilir.

Advertisement

Arif menilai kondisi itu berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Selain mengganggu pelayanan dan kegiatan sehari-hari, pemadaman juga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM dan usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.

Karena itu, DPRD Kobar meminta PLN menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai penyebab dan jadwal pemadaman agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

PLN memperkirakan pemeliharaan dan perbaikan akan rampung pada akhir September 2026. Selama proses tersebut, berbagai sumber daya cadangan terus dioptimalkan sehingga pasokan listrik diharapkan meningkat secara bertahap mulai Juli hingga Agustus. Dengan demikian, durasi dan cakupan wilayah pemadaman diperkirakan akan terus berkurang hingga pekerjaan selesai.

"Selama proses perbaikan berlangsung, berbagai sumber daya cadangan terus dioptimalkan. Dengan begitu, diharapkan mulai Juli hingga Agustus akan ada peningkatan pasokan listrik sehingga durasi maupun cakupan wilayah pemadaman dapat dikurangi secara bertahap," ujar Arif. (sam/yit)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Gumas Minta PLN Paparkan Pemicu Pemadaman Bergilir

DPRD Gumas Minta PLN Paparkan Pemicu Pemadaman Bergilir

DPRD Gumas mendesak pihak PLN ULP Kuala Kurun, agar bersikap lebih terbuka, kepada publik menjelaskan pemicu pemadaman listrik bergilir

Warga Berharap Listrik kembali Normal. Pemadaman Bergilir Resahkan UMKM

Warga Berharap Listrik kembali Normal. Pemadaman Bergilir Resahkan UMKM

Adanya kebijakan pemadaman listrik oleh PLN yang mencakup di beberapa wilayah di Indonesia, juga terasa dampaknya bagi warga di Kalteng

DPRD Kalteng Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Minta Layanan Segera Dibenahi

DPRD Kalteng Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Minta Layanan Segera Dibenahi

DPRD Kalteng Bambang Irawan, menyoroti seringnya pemadaman listrik secara bergilir yang di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi ini

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer