Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Satu Terduga Pelaku Ditangkap! Aparat Telusuri Dugaan Jaringan Bandar Narkoba di Balik Tragedi Berdarah Tumbang Kalemei

Farid Mahliyannor • Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31 WIB
TANGKAP: Satu terduga pelaku ditangkap tim gabungan di sebuah kelotok di sungai Katingan, Jumat (3/7/2026). FOTO: TANGKAPAN LAYAR/RADAR SAMPIT
TANGKAP: Satu terduga pelaku ditangkap tim gabungan di sebuah kelotok di sungai Katingan, Jumat (3/7/2026). FOTO: TANGKAPAN LAYAR/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Penyelidikan kasus berdarah saat penggerebekan jaringan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, terus berkembang.

Di tengah fokus pencarian dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang masih hilang, aparat gabungan juga mulai mempersempit ruang gerak para terduga pelaku yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran sabu di wilayah pedalaman Katingan.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Sampit, satu orang terduga pelaku bernama Saldy (38) berhasil diamankan aparat saat diduga berusaha melarikan diri menggunakan kelotok melalui jalur Sungai Katingan.

Baca Juga: UPDATE Katingan Berdarah: Aparat Gabungan Kepung Tumbang Kalemei, Dua Polisi Korban Penggerebekan Bandar Sabu Masih Hilang

Penangkapan dilakukan oleh personel gabungan yang sejak Kamis hingga Jumat terus melakukan penyisiran di kawasan sungai dan hutan sekitar Desa Tumbang Kalemei.

Video penangkapan yang beredar di masyarakat memperlihatkan sebuah kelotok dihentikan aparat bersenjata lengkap. Seorang pria yang diduga Saldy kemudian digiring keluar dalam kondisi tidak mengenakan baju sebelum dibawa menggunakan pengawalan ketat.

Sejumlah sumber menyebutkan, Saldy diduga hendak meninggalkan kawasan desa bersama istrinya. Namun hingga berita ini diturunkan, Polda Kalimantan Tengah belum memberikan keterangan resmi mengenai status hukum maupun barang bukti yang berkaitan dengan penangkapan tersebut.

Baca Juga: Kades Tumbang Kalemei Bantah Warganya Terlibat Aksi Brutal Saat Penggerebekan Bandar Sabu

Sementara itu, dua nama lain yang sebelumnya disebut masuk dalam daftar pencarian aparat, yakni Bio (29) dan Ramblan (25), masih belum diketahui keberadaannya. Belum ada konfirmasi resmi apakah keduanya telah diamankan atau masih dalam pengejaran.

Informasi yang dihimpun menyebutkan ketiga pria tersebut masih memiliki hubungan keluarga, anak dari pasangan Abak dan Indem. Mereka diketahui merupakan kakak beradik yang tinggal di RT 01/RW 01 Desa Tumbang Kalemei.

Di lingkungan desa, mereka dikenal bekerja sebagai petani, pekebun, dan buruh perkebunan. Namun di balik aktivitas sehari-hari tersebut, aparat diduga telah lama melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam peredaran narkotika.

Baca Juga: Bareskrim Polri Turun Tangan, Terjunkan Tim ke Kalteng: Back Up Kasus Pembunuhan Anggota Polres Katingan saat Penggerebekan Bandar Narkoba

Beberapa warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku aparat sebenarnya telah beberapa kali melakukan pengumpulan informasi di wilayah tersebut sebelum operasi penindakan dilakukan.

Dugaan adanya aktivitas peredaran sabu di kawasan pedalaman itu disebut bukan informasi yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil penyelidikan yang berlangsung dalam beberapa waktu.

Data yang berhasil dihimpun juga mengungkap bahwa target utama operasi bukan hanya seorang kurir, melainkan dugaan jaringan yang selama ini diduga memasok narkotika ke sejumlah wilayah di Kabupaten Katingan. Namun hingga kini polisi masih menutup rapat hasil pengembangan penyidikan demi kepentingan operasi.

Baca Juga: BNNK Ajak Pecandu Narkoba Jalani Rehabilitasi

Peristiwa berdarah itu sendiri bermula ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap target operasi. Seorang terduga pelaku berinisial BIO sempat diamankan lebih dulu.

Situasi kemudian berubah drastis setelah keluarga terduga pelaku bersama massa diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam sehingga terjadi bentrokan dengan petugas.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie gugur setelah mengalami luka akibat serangan senjata tajam. Seorang warga yang diduga melakukan penyerangan meninggal dunia setelah aparat mengambil tindakan tegas dan terukur.

Di tengah situasi yang tidak terkendali, dua personel Satresnarkoba, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, terpisah dari rombongan dan hingga Jumat masih dalam pencarian.

Baca Juga: Kapolda dan Gubernur Kalteng Melayat ke Rumah Duka Aiptu Anumerta Yudhie

Pantauan di lapangan menunjukkan jumlah personel gabungan terus bertambah. Selain Polres Katingan, operasi melibatkan Polda Kalimantan Tengah, Brimob, Kodim 1019/Katingan hingga unsur lainnya. Penyisiran dilakukan melalui jalur sungai, hutan dan titik-titik yang diduga menjadi jalur pelarian para terduga pelaku.

Sejumlah sumber menyebutkan fokus aparat saat ini terbagi dalam dua agenda besar, yakni menemukan dua anggota yang masih hilang serta menuntaskan pengejaran terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap petugas maupun jaringan peredaran narkoba di Desa Tumbang Kalemei.

Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa. Aparat belum mengumumkan secara resmi jumlah tersangka maupun konstruksi hukum lengkap terkait kasus tersebut.

Polisi juga masih mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi selama proses penyelidikan berlangsung. (*)

Editor : Farid Mahliyannor
#tumbang kalemei #katingan berdarah #kampung narkoba #narkoba #penangkapan