Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Karhutla Dekat Bandara Sampit Belum Ganggu Penerbangan, Empat Jadwal Tetap Berjalan

Usay Nor Rahmad • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:24 WIB
Kebakaran di area Bandara H Asan Sampit, Jumat (3/7/2026). Pihak bandara memastikan sementara ini adanya peristiwa ini belum mengganggu aktivitas penerbangan pesawat. (BPBD Kotim) 
Kebakaran di area Bandara H Asan Sampit, Jumat (3/7/2026). Pihak bandara memastikan sementara ini adanya peristiwa ini belum mengganggu aktivitas penerbangan pesawat. (BPBD Kotim) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga kini belum berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara H Asan Sampit.

Meski lokasi kebakaran berada di dekat jalur lepas landas dan pendaratan pesawat, seluruh penerbangan pada Jumat (3/7/2026) tetap berjalan sesuai jadwal.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara H Asan Sampit Abdul Haris memastikan aktivitas penerbangan masih berlangsung normal.

"Sampai dengan saat ini tidak mempengaruhi penerbangan di bandara. Hari ini penerbangan masih sesuai jadwal, ada empat penerbangan," ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Empat penerbangan yang beroperasi meliputi NAM Air rute Jakarta-Sampit pulang pergi, NAM Air rute Sampit-Surabaya pulang pergi, Wings Air rute Surabaya-Sampit pulang pergi, serta Super Air Jet rute Jakarta-Sampit pulang pergi.

Meski operasional bandara masih normal, kebakaran lahan di Baamang Hulu terus menjadi perhatian. Api dilaporkan telah meluas hingga sekitar empat hektare dan membakar lahan gambut di kawasan yang berada dekat area terbatas (restricted area) bandara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam mengatakan, dugaan sementara kebakaran tersebut disebabkan oleh unsur kesengajaan.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran ini karena dibakar. Di lokasi ini tidak ada aktivitas pertambangan. Kalau ada batu bara mungkin bisa terjadi cetusan api, tetapi di sini tidak ada," katanya.

Menurut Multazam, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (2/7/2026) dengan luas sekitar dua hektare. Saat dilakukan pengecekan kembali pada Jumat pagi, api telah meluas menjadi sekitar empat hektare dan masih aktif membakar lapisan gambut.

"Lahan gambutnya sudah mulai terbakar dan kondisi ini cukup berat karena sumber air di sekitar lokasi sangat terbatas," ujarnya.

BPBD Kotim menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu prioritas penanganan karena berada di sekitar bandara. Selain mencegah kebakaran semakin meluas, upaya pemadaman juga dilakukan untuk mengantisipasi asap maupun abu gambut yang berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

"Belum ada laporan gangguan penerbangan. Namun kondisi ini tetap menjadi perhatian karena abu gambut bisa terbawa angin cukup jauh. Dari analisis kami, perluasan kebakaran juga dipicu bara api yang terbawa angin kencang dari titik kebakaran sebelumnya," jelas Multazam.

Saat ini operasi pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, relawan, serta personel Manggala Agni Sampit.

Petugas menghadapi kendala minimnya sumber air karena tinggi muka air tanah telah mencapai lebih dari minus 60 sentimeter dan saluran air di sekitar lokasi hampir mengering.

"Kendalanya air untuk pemadaman ini kering dan ini sudah kita bentang ulang kurang lebih sekitar 150 meter. Diperkirakan pemadaman kita coba optimal sampai hari ini. Kalau tidak bisa, mudah-mudahan sore bisa kita blokir perluasannya sehingga kita bisa aman untuk beberapa saat," pungkasnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#dekat bandara #bandara h asan sampit #kotim #jadwal penerbangan #kebakaran lahan