SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, terus meluas hingga mencapai sekitar empat hektare.
Kebakaran yang berada di dekat kawasan Bandara H Asan Sampit itu diduga sengaja dibakar dan kini menjadi prioritas penanganan karena lokasinya berada di sekitar jalur penerbangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada unsur kesengajaan.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran ini karena dibakar. Di lokasi ini tidak ada aktivitas pertambangan. Kalau ada batu bara mungkin bisa terjadi cetusan api, tetapi di sini tidak ada," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (2/7/2026) dengan luas sekitar dua hektare. Saat itu petugas telah melakukan pemadaman, namun keterbatasan personel membuat api baru dapat dikendalikan sekitar 50 persen.
Ketika dilakukan pengecekan kembali pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, petugas mendapati kebakaran telah meluas sekitar dua hektare. Dengan demikian, total lahan yang terbakar kini diperkirakan mencapai empat hektare.
"Dan sekarang fire-nya aktif. Lahan gambutnya sudah mulai terbakar, dan ini agak ekstra sudah karena air di sekitar lokasi sudah sangat terbatas," kata Multazam.
Menurutnya, lokasi kebakaran berada di kawasan terbatas atau restricted area di sekitar Bandara H Asan Sampit sehingga membutuhkan penanganan cepat agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan.
"Wilayah ini harus benar-benar dijaga karena berada di dekat objek vital. Jangan sampai kebakaran mengganggu transportasi udara," tegasnya.
BPBD Kotim bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, relawan, serta personel Manggala Agni terus berupaya mengendalikan api melalui operasi pembasahan dan pembuatan blok pemisah agar kebakaran tidak terus meluas.
Upaya pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat. Kondisi lahan gambut yang sangat kering membuat api mudah merambat, sementara sumber air di sekitar lokasi semakin terbatas. Tinggi muka air tanah tercatat telah mencapai lebih dari minus 60 sentimeter dan saluran air di sekitar lokasi hampir mengering.
"Kendalanya air untuk pemadaman ini kering dan ini sudah kita bentang ulang kurang lebih sekitar 150 meter. Diperkirakan pemadaman kita coba optimal sampai hari ini. Kalau tidak bisa, mudah-mudahan sore bisa kita blokir perluasannya sehingga kebakaran tidak bertambah besar," ujarnya.
Multazam menambahkan, hingga kini belum ada laporan gangguan terhadap operasional penerbangan di Bandara H Asan Sampit.
Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan karena asap dan abu gambut berpotensi terbawa angin menuju jalur lepas landas maupun pendaratan pesawat.
"Belum ada laporan gangguan penerbangan. Namun kondisi ini tetap menjadi perhatian karena abu gambut bisa terbawa angin cukup jauh. Dari analisis kami, perluasan kebakaran juga dipicu bara api yang terbawa angin kencang dari titik kebakaran sebelumnya," pungkasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko