Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bareskrim Polri Turun Tangan, Terjunkan Tim ke Kalteng: Back Up Kasus Pembunuhan Anggota Polres Katingan saat Penggerebekan Bandar Narkoba

Slamet Harmoko • Jumat, 3 Juli 2026 | 07:45 WIB
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso. (antara)
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso. (antara)

 

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri akan memberikan dukungan penuh (back up) dalam penanganan kasus penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang menewaskan satu anggota polisi dan menyebabkan dua personel lainnya masih hilang.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan, pihaknya tidak hanya fokus pada pengungkapan jaringan narkotika, tetapi juga pada pencarian anggota yang belum ditemukan serta penindakan terhadap pelaku penyerangan.

Baca Juga: Inilah Kronologi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan, Seorang Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang

“Kami akan melakukan back up penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” kata Eko di Jakarta, Kamis malam (2/7/2026).

Dua personel Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga Kamis masih belum ditemukan. Sementara satu anggota lainnya, Aipda Yudhie Perdana Putra, dinyatakan gugur dalam operasi tersebut.

Jenazah Aipda Yudhie Perdana Putra tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, Kamis (2/7/2026) sore, setelah dievakuasi dari Tumbang Samba.

Baca Juga: UPDATE! Kasus Narkoba Katingan: Aiptu Sumariyanto Masih Dalam Pencarian, Kabar Ditemukan Meninggal Dipastikan Hoaks

Menurut keterangan pihak keluarga, almarhum mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan tangan dan akan menjalani proses autopsi.

Bagi keluarga, kepergian Aipda Yudhie meninggalkan duka mendalam. Almarhum yang telah lebih dari 10 tahun bertugas di Satresnarkoba Polres Katingan itu meninggalkan seorang istri dan seorang anak.

Menurut pamannya, Labih, Aipda Yudhie dikenal sebagai sosok sederhana, tidak banyak menuntut, dan kerap membantu sanak saudara.

"Yudhie orangnya baik, suka membantu keluarga, dan tidak pernah macam-macam. Kami sangat kehilangan," kata Labih. 

Keluarga pun berharap para pelaku yang terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga: UPDATE! Kasus Pemerkosaan di Kecamatan Pangkalan Banteng, Pelaku Ternyata Sepupu Korban dan Inilah Penampakannya

"Kami meminta para pelaku segera ditangkap. Narkoba tidak hanya merusak pelakunya, tetapi juga meninggalkan duka bagi keluarga yang ditinggalkan," ujar Labih.  (*)

Editor : Slamet Harmoko
#polisi katingan tewas #Dittipidnarkoba #Brigjen Pol Eko Hadi Santoso #narkoba katingan #bareskrim polri