Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kematian Perempuan di Perairan PPM Sampit Masih Diselidiki, Hasil Visum Tak Temukan Tanda Kekerasan

Usay Nor Rahmad • Senin, 29 Juni 2026 | 08:55 WIB
Petugas PMI dan Kepolisian saat mengevakuasi jasad Maslianur, korban yang ditemukan meninggal dunia di perairan PPM Sampit, Minggu (28/6/2026). (Relawan PMI Kotim) 
Petugas PMI dan Kepolisian saat mengevakuasi jasad Maslianur, korban yang ditemukan meninggal dunia di perairan PPM Sampit, Minggu (28/6/2026). (Relawan PMI Kotim) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Hasil pemeriksaan visum terhadap perempuan yang ditemukan meninggal dunia mengapung di kawasan perairan, Kompleks Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan kepolisian.

Baca Juga: Terungkap! Identitas Perempuan Tewas di Perairan PPM Sampit

Korban diketahui bernama Maslianur (62), warga Jalan Pasar Berdikari, Kios Penjahit Nasir, Sampit. Jenazahnya ditemukan mengapung di perairan sekitar pelabuhan pada Minggu (28/6/2026), sebelum dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat AKP Edy Wiyoko mengatakan, penemuan mayat bermula dari laporan masyarakat yang diterima anggota Satuan Polisi Air dan Udara Polres Kotim saat bertugas di sekitar kawasan Pelabuhan PPM.

"Petugas kemudian langsung menuju tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan PMI untuk mengevakuasi korban ke RSUD dr Murjani Sampit guna dilakukan pemeriksaan Visum et Repertum," ujar AKP Edy Wiyoko, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Perkelahian di Pesta Pernikahan, 1 Warga Tewas

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui kerap beraktivitas di bantaran Sungai Mentaya untuk mencuci peralatan makan maupun mandi. Korban juga memiliki riwayat rabun dan stroke ringan. Bahkan, menurut suaminya, korban beberapa kali pernah tercebur ke sungai, namun sebelumnya selalu berhasil diselamatkan.

Pihak keluarga kemudian membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

AKP Edy Wiyoko menjelaskan, hasil visum luar yang dilakukan dokter tidak menemukan adanya luka maupun tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, kasus penemuan mayat ini masih dalam penyelidikan Satpolairud Polres Kotim untuk memastikan penyebab kematian korban," katanya.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mendalami seluruh informasi yang diperoleh untuk memastikan kronologi kejadian. Dugaan awal korban terjatuh ke Sungai Mentaya masih akan didalami melalui proses penyelidikan yang sedang berlangsung. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#mayat perempuan mengapung #mayat di PPM Sampit #Hasil Visum #kotim