SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tumpahan crude palm oil (CPO) di ruas Jalan Desa Bapeang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali memakan korban.
Sedikitnya empat pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh akibat badan jalan licin, Jumat (13/6/2026).
Namun bagi warga setempat, tumpahan minyak sawit hanyalah pemicu. Akar persoalan yang sebenarnya adalah kondisi jalan rusak yang telah bertahun-tahun dibiarkan tanpa perbaikan.
Peristiwa terjadi di sekitar Kilometer 18 Desa Bapeang. Minyak sawit mentah yang diduga berasal dari kebocoran tangki truk pengangkut CPO mengalir dan menggenangi sejumlah titik jalan yang berlubang serta bergelombang.
Kondisi tersebut membuat pengendara kesulitan mengendalikan kendaraan. Dalam waktu singkat, empat sepeda motor dilaporkan menjadi korban kecelakaan tunggal.
“Yang kami tahu ada sekitar empat motor yang jadi korban. Ada satu yang dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka di kepala,” ujar warga setempat, Sahmil.
Menurutnya, kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah berlangsung hampir dua tahun dan hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai.
Kondisi itu membuat jalan semakin berbahaya, terutama ketika terjadi tumpahan minyak atau saat hujan mengguyur.
“Sudah hampir dua tahun jalan begini. Belum ada perbaikan,” katanya.
Sahmil menjelaskan, tumpahan CPO diduga berasal dari kendaraan angkutan yang mengalami kebocoran pada bagian belakang tangki.
Sopir truk disebut tidak menyadari adanya kebocoran sehingga tetap melanjutkan perjalanan hingga minyak menetes dan menyebar di sepanjang jalan.
“Limbah CPO turun ke jalan. Sopirnya tidak sadar, jalan terus,” ungkapnya.
Warga mengaku insiden serupa bukan pertama kali terjadi. Selain akibat tumpahan minyak, kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak disebut sudah berulang kali terjadi dan bahkan pernah merenggut nyawa pengguna jalan.
“Sering juga terjadi, cuma tidak separah ini. Pernah ada korban meninggal sekitar dua tahun lalu,” tambahnya.
Laporan warga langsung mendapat respons dari petugas gabungan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta pihak kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai tumpahan CPO yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Sedang proses penanganan. Tadi pukul 09.38 WIB satu unit dari Disdamkarmat Pos Sektor Eka Bahurui bersama pihak kepolisian sudah tiba di lokasi kejadian,” katanya.
Petugas melakukan pembersihan badan jalan untuk mengurangi tingkat kelicinan sekaligus mengatur arus lalu lintas guna mencegah kecelakaan susulan.
Warga berharap kejadian ini menjadi momentum bagi pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut.
Mereka menilai pengawasan terhadap kendaraan angkutan CPO perlu diperketat, namun perbaikan infrastruktur jalan juga tidak boleh terus diabaikan.
“Kalau jalan tetap rusak seperti ini, kapan saja bisa ada korban lagi,” ujar seorang warga.
Bagi masyarakat Desa Bapeang, kecelakaan akibat tumpahan CPO kali ini menjadi peringatan bahwa jalan rusak yang dibiarkan terlalu lama bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan setiap hari. (oes/sla)
Editor : Slamet Harmoko