SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Sampit sejak Senin malam (8/6/2026) hingga dini hari kembali memunculkan genangan banjir di sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai kawasan langganan banjir saat musim hujan.
Hingga Selasa siang (9/6/2026) genangan air masih terlihat di beberapa ruas jalan utama. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama pengendara roda dua yang berisiko tergelincir akibat jalan yang tergenang.
Salah seorang warga Baamang Tengah, Irus, mengatakan genangan mulai terlihat sejak hujan deras mengguyur Kota Sampit pada malam hari. Meski hujan telah berhenti, air di sejumlah lokasi masih belum surut hingga pagi.
“Sejak hujan lebat tadi malam jalan mulai tergenang. Sampai pagi ini masih ada yang belum surut,” ujarnya.
Menurut Irus, kondisi tersebut bukan hal baru bagi warga. Hampir setiap kali hujan deras turun dalam waktu cukup lama, sejumlah ruas jalan kembali dipenuhi genangan.
Ia menilai sistem drainase di beberapa kawasan masih belum mampu mengalirkan air secara optimal sehingga genangan kerap bertahan dalam waktu yang cukup lama.
“Kayanya drainasenya belum lancar,” katanya.
Berdasarkan pantauan Radar Sampit, beberapa titik yang masih tergenang hingga pagi berada di kawasan Baamang, seperti Jalan Walter Condrat dan Jalan Cristopel Mihing. Selain itu, genangan juga terlihat di wilayah Mentawa Baru Ketapang, tepatnya di Jalan Suprapto dan Jalan Anang Santawi.
Tak hanya ruas jalan, sejumlah kawasan permukiman yang berada di dataran rendah juga terdampak. Meski air belum sampai masuk ke rumah warga, kondisi tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah merencanakan pembangunan dua paket drainase utama di kawasan Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut sebagai upaya mengurangi genangan yang kerap terjadi di wilayah perkotaan.
Warga berharap program tersebut dapat segera direalisasikan agar persoalan genangan yang terus berulang saat musim hujan dapat diminimalkan.
“Mudahan dengan langkah ini benar-benar bisa mengurangi genangan banjir,” harap Sofi, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. (oes)
Editor : Slamet Harmoko