PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com-Pemicu aksi brutal Robert Satria (23) terhadap dua warga di Kota Palangka Raya masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga kini, penyidik Polsek Pahandut belum dapat memastikan motif di balik penyerangan sadis yang menyebabkan Adi Wijaya, 18, dan ibunya, Hamdiyah, 45, mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam, Minggu (7/6) pagi.
Polisi masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. Senjata tajam yang digunakan pelaku dalam aksi berdarah itu telah diamankan bersama barang bukti lainnya.
Baca Juga: Ngamuk Bawa Mandau, Pemuda Bacok Ibu dan Anak di Palangka Raya
Di sisi lain, penyidik juga masih menunggu hasil observasi dan pemeriksaan psikiatri terhadap Robert.
Pasalnya, kondisi terduga pelaku dinilai belum stabil sehingga belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendalam. Polisi juga belum menutup kemungkinan adanya gangguan kejiwaan yang dialami pelaku.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, senjata tajam yang digunakan dalam penyerangan tersebut merupakan milik pelaku.
Namun, hingga saat ini penyidik belum dapat menyimpulkan alasan pasti yang mendorong pelaku melakukan aksi kekerasan tersebut.
“Memang pelaku ini tiba-tiba datang ke rumah korban dan langsung melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam. Jadi belum bisa disimpulkan motif utamanya,” ungkap Iyudi, Senin (8/6).
Baca Juga: Inilah Kronologi Mencekam saat Pemuda Bacok Seorang Ibu dan Anaknya di Palangka Raya
Menurut dia, Robert masih menjalani penahanan. Namun pemeriksaan intensif belum dapat dilakukan karena menunggu hasil observasi kejiwaan dari tim medis.
“Pelaku saat ini kami lakukan observasi atau pemeriksaan psikiatri di RSJ Kalawa Atei. Yang bersangkutan belum bisa diambil keterangan melihat kondisi saat ini,” tegasnya.
Sementara itu, kondisi kedua korban masih memerlukan penanganan medis intensif. Serangan mendadak yang dilakukan pelaku menyebabkan luka cukup serius pada tubuh korban.
Baca Juga: Di Luar Nalar! Inilah Penyebab Perempuan Tukang Pijat di Palangka Raya Ini Dianiaya Brutal
Adi mengalami tiga luka akibat sabetan senjata tajam. Sedangkan Hamdiyah mengalami tujuh luka di beberapa bagian tubuhnya. Beruntung, keduanya berhasil selamat meski harus menjalani perawatan.
“Saat ini masih dalam perawatan dan penanganan tim medis. Kondisi korban masih hidup dan memang mengalami sejumlah luka akibat serangan pelaku,” tambah Iyudi.
Peristiwa berdarah itu terjadi saat suasana pagi masih relatif sepi. Sebelum menyerang korban, Robert terlihat keluar rumah dan berjalan ke arah warung yang berada di seberang kediamannya. Warga sekitar melihat pelaku berbicara tidak terarah atau mengigau. Padahal sehari sebelumnya, perilaku pelaku disebut masih normal.
Tak lama kemudian, pelaku berjalan menuju Jalan G Obos VI sambil membawa mandau. Diduga tanpa alasan yang jelas, pelaku masuk ke rumah korban yang saat itu sedang beristirahat bersama keluarga.
Begitu masuk ke dalam rumah, pelaku langsung mengayunkan mandau ke arah korban. Hamdiyah mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, termasuk kaki. Melihat ibunya diserang, Adi berusaha memberikan pertolongan.
Namun niat baik pemuda yang baru lulus dari sebuah pesantren di Kalimantan Selatan itu justru berujung petaka. Adi yang rencananya akan mengikuti tes masuk STAIN Palangka Raya mengalami luka serius di bagian kepala dan sejumlah bagian tubuh lainnya akibat sabetan senjata tajam.
Meski dalam kondisi terluka parah dan berlumuran darah, Adi masih sempat menyelamatkan diri dengan berlari menuju rumah Ketua RT setempat untuk meminta pertolongan. Sementara itu, lantai rumah korban dipenuhi bercak darah akibat serangan tersebut.
Warga yang mengetahui kejadian segera memberikan bantuan dan mengevakuasi kedua korban ke Instalasi Gawat Darurat RS Muhammadiyah Palangka Raya untuk mendapatkan penanganan medis.
Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri. Warga bersama anggota kepolisian kemudian melakukan pengejaran. Terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan di kawasan depan Hotel Luwansa, Jalan G Obos.
Saat ditemukan, pelaku masih membawa perlengkapan yang dikenakannya saat beraksi. Sejumlah benda juga terlihat menggantung di bagian dada dan lehernya.
Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan pelaku pernah menjalani perawatan di RSJ Kalawa Atei dan terakhir mendapat penanganan pada Maret 2026. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama