SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengeluhkan maraknya dugaan aktivitas meracuni udang di perairan Sungai Mentaya. Praktik yang diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab itu dinilai merusak lingkungan sekaligus membahayakan kesehatan masyarakat.
Keluhan tersebut kembali mencuat setelah pada Minggu (7/6) dini hari, sejumlah warga terlihat ramai-ramai memungut udang yang mengapung di tepian Sungai Mentaya.
Kejadian itu sontak menjadi perbincangan warga karena diduga kuat udang tersebut telah tercemar racun.
Salah seorang warga setempat, Ijai, mengaku aktivitas serupa bukan kali pertama terjadi.
Menurutnya, warga sudah beberapa kali mendengar adanya dugaan penggunaan racun untuk mendapatkan hasil tangkapan dalam jumlah besar.
“Subuh tadi ramai warga mengambil udang yang diduga diracuni. Kejadiannya di tepian Mentaya Seberang,” ujarnya.
Ia mengatakan, praktik seperti itu sangat disayangkan karena tidak hanya berdampak pada hasil tangkapan nelayan tradisional, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem sungai yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Rahmat Hidayat. Ia menilai masyarakat harus lebih berhati-hati dan tidak sembarangan mengonsumsi udang maupun ikan yang ditemukan dalam kondisi tidak wajar.
“Bahaya kalau udang yang sudah tercemar atau terkena racun itu dikonsumsi. Dampaknya bisa berpengaruh terhadap kesehatan,” katanya.
Menurut Rahmat, selain berisiko menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka pendek, konsumsi bahan pangan yang diduga telah terkontaminasi juga dapat menimbulkan dampak yang lebih serius apabila terjadi secara terus-menerus.
“Kalau dampak jangka panjang tentu lebih berbahaya. Karena itu masyarakat harus benar-benar waspada,” tambahnya.
Warga berharap pihak terkait segera turun tangan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab banyaknya udang yang ditemukan mengapung di perairan tersebut.
Mereka juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas penangkapan ikan dan udang yang diduga menggunakan bahan berbahaya.
Selain membahayakan masyarakat, praktik peracunan di sungai dikhawatirkan dapat mengancam kelestarian biota perairan Sungai Mentaya yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi warga di bantaran sungai.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai dugaan peracunan tersebut.
Warga diimbau untuk tidak mengonsumsi hasil tangkapan yang mencurigakan dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kejadian serupa. (oes)
Editor : Slamet Harmoko