SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) di Sampit pada Mei 2026 sebesar 0,42 persen.
Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, khususnya gas elpiji, serta tarif angkutan udara menjadi faktor utama yang mendorong naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) selama periode tersebut.
Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur Eddy Surahman, mengatakan hasil pemantauan harga di Sampit menunjukkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan yang cukup signifikan sepanjang Mei 2026.
“Berdasarkan hasil pemantauan kami, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi month-to-month pada Mei 2026 di Sampit antara lain adalah bahan bakar rumah tangga dan angkutan udara,” ujar Eddy dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).
Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,14 persen. Sementara tarif angkutan udara menyumbang 0,06 persen, menjadikannya faktor kedua terbesar yang mendorong inflasi bulanan di Kota Sampit.
Selain itu, sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan sehari-hari juga turut memengaruhi kenaikan harga. Di antaranya ketimun dengan andil 0,05 persen, minyak goreng 0,04 persen, serta ikan kapar dan kangkung yang masing-masing menyumbang 0,03 persen.
Komoditas lain yang turut memberikan andil inflasi adalah beras, bayam, dan ikan tongkol atau ambuan yang masing-masing berkontribusi 0,02 persen.
Kenaikan harga pelumas atau oli mesin, solar, serta tarif jasa gunting rambut pria juga tercatat memberi pengaruh terhadap laju inflasi bulan tersebut.
Meski demikian, inflasi Sampit pada Mei 2026 tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,08 persen, diikuti telur ayam ras 0,07 persen, serta tomat 0,03 persen.
Inflasi Tahunan Tembus 4,18 Persen
Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi Sampit pada Mei 2026 tercatat mencapai 4,18 persen dengan IHK sebesar 111,22. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 0,27 persen.
Sementara itu, inflasi kalender atau year-to-date (Januari–Mei 2026) tercatat sebesar 2,35 persen.
Menurut Eddy, kenaikan inflasi tahunan dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga di seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,89 persen terhadap inflasi tahunan.
“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil cukup besar, yakni 0,79 persen, yang terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan,” jelasnya.
Data ini menunjukkan tekanan harga masih terjadi pada berbagai sektor konsumsi masyarakat, terutama energi, transportasi, dan kebutuhan pokok, sehingga berpotensi memengaruhi daya beli warga apabila tren kenaikan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.(oes)
Editor : Slamet Harmoko